Selasa, 23 Februari 2021

Ali Kabiay: Dewan Gereja Ceroboh dan Rasis kepada OAP



Ketua DPD Pemuda Mandala Trikora Provinsi Papua, Ali A. Kabiay menilai pernyataan Dewan Gereja Papua telah melukai hati orang Papua karena menyinggung ujaran rasis dan berpotensi menimbulkan konflik baru.

Melalui siaran persnya, Ali menyampaikan bahwa Dewan Gereja telah melenceng dari marwah dan ajaran gereja. Ia menganggap Dewan Gereja justru mencoba membeda-bedakan kelas masyarakat dikehidupan.

“Saya berpikir jika Dewan Gereja sudah melenceng jauh dari ajaran Tuhan Yesus untuk saling mengasihi antar sesama umat manusia, susah payah Papua ini dipersatukan tapi oleh Dewan Gereja justru mulai dicerai-beraikan lagi,” ujarnya. (23/2)

Ali lantas menuduh jika pernyataan yang dimoderatori oleh Pdt. Benny Giay tersebut adalah murni pernyataan rasis yang akan menyakiti setiap orang asli Papua (OAP).

“bahkan pernyataan mereka (Dewan Gereja) itu lebih menyakitkan ketimbang kasus awal di Surabaya. Kasus di Surabaya lebih ke sebab-akibat dan itu wajar jika terjadi perselisihan, tapi pernyataan dari Dewan Gereja ini benar-benar menyakiti hati dan perasaan OAP, mereka yang menciptakan konflik,”

Ali juga mengatakan bahwa kasus rasisme yang menjadi cerita kelam di Papua dalam beberapa tahun lalu, kini sudah mulai ditinggalkan. Pihaknya meyakini bahwa ujaran yang bernada rasis telah disepakati untuk deperangi bersama, tidak hanya bagi OAP tapi seluruh umat manusia di Indonesia.

“Rasisme menghadirkan kekacauan di Papua, sudah jelas dampaknya pasti negatif. Nah, ini Dewan Gereja malah mendorong lagi pernyataan rasis. Maksudnya apa? kalau memang mau membuat kekacauan maka sebaiknya tinggalkan Papua sekarang juga, sebab OAP bukanlah hewan monyet seperti apa yang mereka bicarakan,”

Ali menegaskan bahwa kedudukan pemuka agama seperti yang disandang Dewan Gereja seharusnya bisa memberikan kesejukan bagi kehidupan umat, bukan mendorong perselisihan dengan memanfaatkan sentimental dan amarah.

Ditambahkan oleh Ali, bahwa pihaknya juga merasa kecewa dan heran dengan Dewan Gereja yang terlalu ceroboh karena mengeluarkan pernyataan yang menghasut dan tidak menggambarkan kesejukan atau nilai kedamaian bagi umat.

“Saya tegaskan lagi bahwa permasalahan rasisme sudah berakhir, semua pelaku dan korban sudah mendapatkan hak ataupun hukuman sesuai dengan perbuatannya. Maka jangan lagi ada yang memantik api perselisihan. Dewan Gereja seharusnya bisa membawa kedamaian bagi seluruh umat, jangan memanfaatkan sesuatu hanya untuk kepentingan sendiri,” pungkasnya.

3 komentar:

  1. Kamu yang bodoh amat Ali⚠️
    Gereja hadir untuk apa coba⁉️ Gereja ada karena umatnya jadi pimpinan gereja membela orang yang tertindas wajar saja
    Contahnya seperti Musa di saat umatnya dibudak di bawa kekuasaan firaon di mesir disitulah Tuhan memberi kuasa kepada Musa untuk membela umatnya yg tertindas jadi tidak ada salahnya kalo pimpinan Gereja bertindak sesuai realita.

    Anda harus sadar hal ini Ali jangan kau buat stekment utk kepentingan perut sendiri๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

    BalasHapus
  2. Kamu yang bodoh amat Ali⚠️
    Gereja hadir untuk apa coba⁉️ Gereja ada karena umatnya jadi pimpinan gereja membela orang yang tertindas wajar saja
    Contahnya seperti Musa di saat umatnya dibudak di bawa kekuasaan firaon di mesir disitulah Tuhan memberi kuasa kepada Musa untuk membela umatnya yg tertindas jadi tidak ada salahnya kalo pimpinan Gereja bertindak sesuai realita.

    Anda harus sadar hal ini Ali jangan kau buat stekment utk kepentingan perut sendiri๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

    BalasHapus
  3. Kamu yang bodoh amat Ali⚠️
    Gereja hadir untuk apa coba⁉️ Gereja ada karena umatnya jadi pimpinan gereja membela orang yang tertindas wajar saja
    Contahnya seperti Musa di saat umatnya dibudak di bawa kekuasaan firaon di mesir disitulah Tuhan memberi kuasa kepada Musa untuk membela umatnya yg tertindas jadi tidak ada salahnya kalo pimpinan Gereja bertindak sesuai realita.

    Anda harus sadar hal ini Ali jangan kau buat stekment utk kepentingan perut sendiri๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

    BalasHapus