Kamis, 25 Februari 2021

Fakta Ancaman Demo Dogiyai, KNPB Dibalik Layar


Fakta adanya aksi ancaman dan kekerasan terkait aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh masyarakat Dogiyai muncul terdengar, hal ini dikatakan oleh salah seorang warga berinisial SG(35) yang mengaku bahwa dirinya telah mencapat ancaman dari anggota kelompok separatis untuk mengikuti aksi pada 22 Februari 2021 lalu.

“Saya pribadi bersaksi jika ada anggota dari KNPB (kelompok separatis) yang menyuruh kami untuk pergi keluar rumah dan ikut demo kemarin,” ujar SG dalam keterangannya. (25/2)

SG yang berprofesi sebagai petani tersebut mengaku terpaksa menuruti permintaan untuk turut melakukan aksi unjuk rasa, sebab dirinya merasa khawatir atas ancaman yang dilakukan oleh anggota KNPB.

“Kami memang tidak bisa berbuat apa-apa, anggota berjumlah puluhan itu sempat mendatangi rumah untuk menyisir warga. Semua dari kami diminta ikut, itu saja,”

Salah seorang tokoh Papua, Franz Korwa mengatakan jika KNPB adalah organisasi sipil yang terafiliasi dengan gerakan separatis, sehingga setiap aksi yang direncanakan akan tetap dilakukan meskipun harus menyinggung tindakan yang tidak manusiawi.

“Kasus yang paling nyaring adalah pembunuhan warga sipil oleh Ketua KNPB di Sorong, padahal masalahnya hanya salah paham, tapi berujung maut. Itu sebagai gambaran tentang semua aksi yang dilakukan KNPB akan menimbulkan konflik baru karena mereka sangat tidak manusiawi,”

Korwa mengatakan jika polemik dan kegaduhan yang terjadi di Papua saat ini banyak dipengaruhi oleh provokasi dari kelompok KNPB.

“Banyaknya konflik yang tercatat semua dipengaruhi KNPB, selain mereka akan menghalalkan segala cara, mereka juga tidak segan melakukan aksi-aksi ancaman dan kekerasan kepada korbannya,”

Korwa juga menilai bahwa banyak masyarakat di Papua yang hidup dibawah tekanan dari organisasi separatis KNPB. Sehingga dirinya merasa kasihan dengan warga yang harus menuruti kemauan atas kepentingan kelompok tersebut.

“Fokus saat ini masyarakat menjadi korban dari segala bentuk intimidasi, sangat disayangkan karena mereka akan dibodohi oleh kepentingan yang tidak masuk akal, ataupun kepentingan untuk kelompok itu sendiri, ini seperti benalu jika terus dibiarkan,” pungkasnya.

0 komentar:

Posting Komentar