Minggu, 28 Februari 2021

Kerabat dan Keluarga Besar Minta Kematian Kristianus Yandum Jangan Dijadikan Bahan Provokasi



Aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Merauke Kristianus Yandum, meninggal dunia di Merauke, Papua, pada Sabtu (27/2/2021) lalu. Di tengah situasi duka Keluarga, KNPB menuding Polres Merauke Melakukan Penyiksaan Hingga Kristianus Yandum Meningal Dunia.

Menjawab tudingan KNPB dan pihak-pihak lain yang menyalahkan seseorang ataupun organisasi atas kematian Kristianus Yandum, Henock G yang mewakili Kerabat dan Keluarga besar pun angkat suara.

Henock meminta kepada seluruh pihak agar mendoakan Almarhum Kristianus Yandum yang telah dipanggil Tuhan, bukannya mengotori nama Kristianus Yandum dengan konflik.

Lebih lengkap terkait pernyataannya, Berikut Kutipan dari Catatan Digital Henock G: 

“Selamat Jalan Kristianus Yandum

Kematian seorang Kristianus Yandum bukan karena disiksa, tetapi kematiannya memang menjadi takdir dirinya "Begitulah Tuhan Ketika Memanggil Setiap Umatnya, Tuhan Mempunyai Caranya Sendiri"

Sebagai umat yang beriman tidak sepantasnya kematian seseorang karena dipanggil Tuhan harus dicerca dan dimaki dengan tulisan dan perkataan yang tidak pantas dikeluarkan.

Seperti Veronica Koman yang mengeluarkan kata-kata jorok dan hina, Pius Yally juga mengutarakan kalimat menghukum Neraka adalah Tempat Yang Terindah Bagi Pengkhianat Bangsa.

Ada juga yang menyalahkan manusia lain sehingga Kristianus Yandum meninggal,

Semua ini sangat menyedihkan dan memalukan, kalau memang kita mengaku sebagai umat Tuhan, mengikuti Tuhan mengapa kita harus menghina, mencaci dan membully orang lain apalagi orang itu sudah dipanggil Tuhan.

Sakit adalah sebab yang diberikan oleh Tuhan, tentunya kita yakin dan percaya bahwa ini adalah kehendak Tuhan bukan Manusia. Malaikat sudah mengangkat saudara kita Kristianus Yandum dan diterima dalam kerajaan surga.

Kepada saudara saya Veronica Koman janganlah engkau membully dan mengeluarkan kalimat-kalimat kebencian yang pada akhirnya membenturkan orang Papua sendiri. Uruslah dirimu di sana, jangan mengurusi kami yang sesungguhnya kamu tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi dan yang kami rasakan di sini (Papua).

Dan kepada semua saudara saya yang ada di Papua, mari kita ikhlaskan kepergian saudara kita Kristianus Yandum, kita semua akan meninggalkan dunia ini dengan caranya Tuhan sendiri. Jangan kita jadikan setiap kematian saudara-saudara kita menjadi bahan provokasi yang menguntungkan kepentingan tertentu.

Sebagai saudara, kerabat, teman dan sesama orang Papua kita hormati dan doakan almarhum dan keluarga yang ditinggalkan agar diberikan penghiburan.

Merauke, 1 Maret 2021

Atas nama Kerabat dan Keluarga besar Yandum

Henock G”


0 komentar:

Posting Komentar