Senin, 22 Februari 2021

Penangkapan Oknum TNI di Nabire Setelah Jual 125 Peluru ke KKB

 



Tim gabungan Polres Nabire dikabarkan berhasil menangkap lima orang terduga jaringan jual/beli senjata ilegal untuk mengakomodir eksistensi kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. (23/2)

 

Kapolres Nabire AKBP Kariawan Barus dalam penuturannya membenarkan peristiwa tersebut, pihaknya mengatakan bahwa kronologis penangkapan terjadi pada Senin 22 Februari 2021 oleh tim gabungan yang sebelumnya telah melakukan pendalaman terkait kasus jual/beli senjata di Kabupaten Nabire.

 

“Benar telah diamankan 5 orang, semuanya merupakan terduga jaringan jual beli senjata di Kabupaten Nabire. Dari aksi yang dilakukan semua mengarah pada KKB,” ujar Kapolres. (23/2)

 

Dalam penangkapan tersebut Kapolres menuturkan bahwa salah seorang diantaranya adalah oknum anggota TNI yang bertugas di Detasemen Zeni Tempur 12/OHH Nabire, dan dalam keterangannya saat ini berstatus desersi.

 

“Benar kami juga amankan salah seorang diantaranya yang merupakan anggota berpangkat tamtama, dan dalam keterangan yang diperoleh bahwa anggota tersebut berstatus desersi,”

 

Kapolres mengatakan dari hasil pengembangan yang dilakukan bahwa transaksi jual beli senjata oleh mantan personel TNI tersebut telah dilakukan sebanyak tiga kali dengan total 125 butir amunisi terjual.

 

“Transaksi tersebut sudah dilakukannya sebanyak 3 kali, dengan total amunisi terjual ada 125 butir. Dari kasus tersebut juga telah diamankan uang tunai senilai 100 juta rupiah dan 20 butir amunisi lainnya sebagai barang bukti transaksi,”

 

Kariawan dalam penyampaiannya mengatakan bahwa Nabire merupakan salah satu wilayah yang kerap menjadi tempat transit dalam peredaran senjata dan amunisi ilegal. Hal tersebut diungkapkannya mengingat demografi Nabire yang memungkinkan jaringan KKB untuk terus melakukan aksinya.

 

 “Nabire memiliki jalur laut yang menjadi akses utama dari berbagai transaksi. Lebih dari itu bahwa Nabire juga berbatasan langsung dengan Paniai, Intan Jaya, dan beberapa titik lain terkait maraknya eksistensi KKB,”

0 komentar:

Posting Komentar