Senin, 01 Maret 2021

2 Prajuritnya Tewas. Pernyataan Ketua OPM Soal ULMWP Terbukti

 


Sehari pasca pernyataan kontroversial Ketua TPNPB-OPM yang menuduh bahwa ULMWP adalah organisasi terselubung yang ingin ‘menghisap darah’ orang asli Papua (OAP), pada 28 Februari 2021 lalu dikabarkan bahwa dua anggota TPNPB-OPM tewas tertembak aparat keamanan di Mimika.

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sabby Sambom dalam keterangannya menyampaikan bahwa korban adalah Fery Elas sebagai Wakil Komandan Operasi Kodap III Kali Kopi, dan Dingin Magai, ditambah beberapa pasukan lain yang mengalami luka-luka. Dikatakan bahwa kedua korban tewas akibat tertembak oleh pasukan kemanan Indonesia.

“Kami sudah berkoordinasi, dan membenarkan jika dua anggota kami tewas, salah satunya Fery Elas yang merupakan Wakil Komandan Operasi Kodap III. Kabarnya mereka ditembak oleh pasukan runduk Indonesia di Kali Kopi,” ungkap Sambom. (1/3)

Sambom menambahkan atas peristiwa tersebut pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan tetap meneruskan upaya perjuangan.

“Tentu ini bukan menjadi hambatan, kami akan tetap terus maju dalam perjuangan,”

Pernyataan Sebby Sambom tersebut seolah menambah panjang daftar korban tewas dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) atas operasi keamanan di Tembagapura, Mimika. Hal tersebut tentu juga menjawab pernyataan Ketua TPNPB-OPM (Jeffrey Bomanak) yang mengatakan bahwa perjuangan TPNPB memiliki resiko yang besar.

Sebelumnya, Jeffrey Bomanak mengatakan jika TPNPB-OPM adalah organisasi induk perjuangan Papua yang suci, karena tidak memiliki kepentingan yang orientasinya adalah nilai uang dan kekayaan. Hal tersebut dilontarkan Jeffrey yang menilai bahwa terdapat organisasi lain (disebutkan ULMWP) yang keberadaannya justru memperpanjang penderitaan bagi OAP.

“Perjuangan yang dilakukan TPNPB ini tidak main-main, kami selalu menjadi korban, bahkan prajurit kami juga berulang-ulang tewas tertembak. Jika masih ada yang membandingkan kami dengan ULMWP maka itu salah. ULMWP tidak berarti apa-apa bagi kami,”

Diketahui bahwa Sebby menganggap ULMWP sebagai organisasi yang terus berkampanye soal memerdekakan Papua justru telah menciptakan sebuah sistem yang akan memeras orang Papua. Disinggung oleh Jeffrey bahwa sistem yang digunakan oleh ULMWP mengadopsi gaya kolonialisme.

0 komentar:

Posting Komentar