Sabtu, 20 Maret 2021

Demo Tolak Otsus di Lanny Jaya Dikritik Tokoh Adat Papua


Dikabarkan bahwa sejumlah orang telah melakukan aksi unjuk rasa terkait penolakan otonomi khusus (otsus) di Lanny Jaya. Meski belakangan diketahui jika aksi tersebut sarat dengan upaya provokasi dan intimidasi.

Fakta tersebut diakui oleh salah seorang pelajar yang juga menjadi peserta aksi. Meski tidak berkenan disebutkan identitasnya, pihaknya mengaku bahwa adanya unsur pemaksaan oleh salah seorang koordinator aksi.

Atas aksi yang mengatasnamakan masyarakat Papua tersebut, belakangan juga terkuak informasi bahwa aksi tersebut diinisiasi oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Sebagai salah satu bagian dari kelompok separatis di Papua, KNPB berupaya untuk terus menciptakan konflik termasuk dengan dalih penolakan otsus.

Dalam menjabarkan permasalahan otsus, menurut salah seorang tokoh adat kawasan pegunungan tengah di Papua (Kepala Suku Lapago), Nison Tabuni mengatakan bahwa otsus adalah kebijakan yang bernilai baik bagi Papua. Meskipun dirinya juga memahami bahwa ada kelompok-kelompok tertentu yang tidak setuju dan bermaksud menggagalkannya. (20/3)

“Jika dilihat dari otsus itu sendiri, sebenarnya kebijakan ini akan memberikan dampak yang baik untuk Papua. Hanya saja masih saja ditemui kelompok-kelompok yang tidak setuju. Ini yang masih menjadi permasalahan sampai sekarang,” 

Tabuni menjelaskan bahwa otsus adalah terobosan yang baik bagi pemerataan pembangunan di Papua. Sehingga dirinya menentang berbagai pernyataan tentang penolakan yang mengatakan bahwa otsus tidak memberi kesejahteraan. Tabuni menjelaskan jika kawasan pegunungan tengah telah dibantu atas akses dan kemudahan lewat berbagai kebijakan otsus.

“Otsus sebagai cara untuk membangun pemerataan, ini menjadi penting karena semua membutuhkan kemudahan. Termasuk di pegunungan tengah yang dalam akses saja masih susah,”

Terlebih, dikatakan oleh Tabuni bahwa pembangunan di Lanny Jaya masih bertumpu pada Kabupaten Jayawijaya (Kota Wamena). Atas dasar tersebut pihaknya mengatakan jika otsus terhambat maka seluruh wilayah pegunungan tengah termasuk Lanny Jaya akan semakin terisolir.

“Kalau tidak ada otsus, maka Lanny Jaya akan menjadi seperti apa? Se-kabupaten itu kebutuhannya masih diangkut dari Wamena. Padahal kita tahu kalau pengadaan barang di Wamena juga masih banyak dibantu dengan subsidi dari otsus (kargo penerbangan),”

Atas riuhnya dinamika tersebut, Tabuni kembali menegaskan jika aksi penolakan otsus bukan sebuah cara yang tepat untuk dilakukan. Menurutnya permasalahan yang terjadi bukan ada pada otsus, melainkan pada sektor pelaksananya. Terlebih mencuat kabar bahwa otsus menjadi lahan korupsi oleh oknum-oknum pemerintahan.

0 komentar:

Posting Komentar