Sabtu, 20 Maret 2021

Diplomat Papua Sebar Hoax Kematian Mesak Nawipa


Seorang mahasiswa asal Kabupaten Mimika, Papua, dikabarkan meninggal dunia pada penerbangan pesawat Batik Air dari Timika tujuan Jakarta, Kamis (18/3). Atas insiden tersebut penerbangan terpaksa dialihkan untuk mendarat darurat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, demi melakukan upaya pertolongan.

Diketahui bahwa Mesak Nawipa (20) merupakan salah satu mahasiswa Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma yang melakoni pendidikannya atas beasiswa dari Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK).

Atas kematian tersebut, banyak kabar miring beredar dengan tuduhan yang tidak tepat. Salah seorang tokoh adat Amungme, Isak Nawipa menyebutkan bahwa kasus kematian Mesak telah dipolitisasi oleh salah seorang diplomat bernama Lewis P. Wellip.

“Kedukaan yang kami alami menjadi semakin terganggu karena ada kabar bahwa Mesak ini mati karena dibunuh. Ini tidak tepat karena kami sendiri mengkonfirmasi bahwa Mesak mengalami serangan jantung. Saya lihat perkembangan bahwa ada seorang diplomat asli Papua juga yang membuat berita tidak benar itu,”

Isak yang menyadari bahwa Lewis P. Wellip merupakan salah seorang diplomat yang aktif dalam mendukung perjuangan Papua, namun dirinya menyesali tentang fitnah yang telah dilakukan atas kepada Mesak Nawipa.

“Saya tahu kalau dia itu juga aktivis, tapi saya juga marah karena fitnah yang telah dilakukannya. Kematian ini sudah menjadi pukulan kepada kami dan keluarga. Ditambah ada orang diluar sana yang ceroboh. Saya mengecam tuduhannya,”

Bahkan Isak juga mempersoalkan bahwa Lewis P. Wellip sama sekali tidak paham fakta yang terjadi, terlebih dikatakan bahwa Lewis sudah menjadi salah seorang warga negara Australia yang tidak mau lagi mengenal moyangnya sendiri.

“Kalau memang aktivis, ada dimana dia sekarang? Sepertinya sudah nyaman di negeri orang. Leiws ini orang-orang yang membuat nama Papua menjadi terbelakang, dia hanya mau memanfaatkan hal buruk untuk namanya sendiri,”

0 komentar:

Posting Komentar