Minggu, 07 Maret 2021

Hoax Kelompok Separatis! Melianus Nayagau Anak Buah Undinus Kogoya

 




Kabar tentang perjuangan yang sulit telah memaksa kelompok kriminal bersenjata (KKB) untuk harus melakukan upaya regenerasi terhadap anak-anak asli Papua.

Belakangan santer dikabarkan bahwa KKB telah melakukan perekrutan anggota dari kalangan pelajar sekolah menengah. Atas beredarnya informasi perekrutan terhadap anak Papua, hal tersebut tidak ditampik oleh Egianus Kogoya yang merupakan Panglima Kodap III Ndugama, melalui manajemen TPNPB-OPM.

“Kami pernah melakukannya pada pertengahan tahun lalu (2020), melalui menejemen TPNPB yang disebarkan lewat facebook, target kami adalah anak-anak muda asli Papua. Ini kami lakukan karena khawatir dengan rektrutmen lainnya yang dilakukan oleh TNI/Polri,”

Akibat upaya perekrutan anggota tersebut, dikabarkan bahwa saat ini cukup banyak anak usia dini yang menjejaki kehidupan sebagai bagian dari kelompok teroris KKB di Papua.

Kasus mencuat ketika aparat keamanan TNI/Polri berhasil menembak mati anggota muda KKB bernama Melianus Nayagau di Kabupaten Intan Jaya pada 6 Maret 2021 kemarin. Peristiwa tersebut disampaikan melalui keterangan pers yang dilakukan oleh Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Kolonel Czi IGN Suriastawa.

“Petugas telah berhasil menindak tegas salah seorang anggota KKB bernama Melianus Nayagau. Melalui pernyataan ini kami tegaskan bahwa Melianus merupakan anggota KKB dengan berbagai fakta dan penyelidikan yang ditemukan dilakukan,” ungkap Suriastawa.

Meski banyak kabar beredar bahwa Melianus adalah seorang siswa sekolah menengah, diketahui bahwa korban tewas sebelumnya telah direkrut oleh KKB pimpinan Undinus Kogoya pada beberapa bulan lalu.

“Mau statusnya sebagai pelajar, kalau sudah bergabung bersama dengan KKB dan melawan negara, maka tindakan tegas mutlak dilakukan oleh aparat. Kalau memang dia adalah pelajar, maka kami meluruskan bahwa Melianus tidak hanya bersatus sebagai pelajar, tapi dia juga sudah bergabung dengan kelompok separatis,”

Menurut salah seorang tokoh pemuda dan intelektual asal Kampung Puyagia (kampung Melianus/KKB) menyatakan bahwa semenjak pergerakan KKB dari Kabupaten Puncak masuk ke Intan Jaya, diketahui bahwa Melianus sudah memiliki kehidupan yang berbeda.

“Melianus berbeda sejak ada informasi KKB dari Puncak datang, kami yang mengenal dia tapi beberapa kali kami tidak pernah bertemu dengannya. Melianus juga sudah mulai jarang pulang ke rumah,”

Menurut sumber, dirinya sempat terkejut ketika melihat jenazah Melianus yang telah dievakuasi ke Gereja sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Sumber yang tidak mau disebutkan identitasnya tersebut turut menyesali tindakan yang dilakukan oleh Melianus untuk bergabung dengan KKB. Hal tersebut juga dilontarkan salah seorang pemuka agama yang merupakan mantan guru Melianus.

“Kami sangat merasa kehilangan atas peristiwa ini, tapi yang kami lebih sesalkan adalah Melianus yang bergabung dengan KKB, ini adalah hukum karma baginya, dan kami hanya bisa berharap yang terbaik kepada dia,”

Dalam penuturannya tersebut dikatakan bahwa agar tidak ada lagi anak-anak muda di Intan Jaya yang terpengaruh dengan ajakan KKB. kejadian yang dialami oleh Melianus cukup menjadi pembelajaran yang sangat bernilai.

“Kejadian yang dialami oleh Melianus telah menjadi pelajaran yang sangat berharga karena dibayar dengan nyawa. Harapan say aini menjadi kejadian yang terakhir, setelahnya jangan lagi ada anak-anak yang mau ikut dan terpengaruh dengan ajakan kelompok separatis,”

0 komentar:

Posting Komentar