Kamis, 04 Maret 2021

Jangan Provokasi Peranan Gereja Untuk Berpolitik


Menanggapi pernyataan beberapa pihak yang menanyakan peranan Gereja dimana melihat situasi di Papua, ada yang mengatakan situasi di Papua mulai dari tahun 2017 hingga sekarang makin memburuk dan banyak juga pihak yang mengatakan Papua semakin baik, maju dan berkembang hingga saat ini.

Melihat persolan ini saya selaku umat Tuhan menanggapi opini-opini atau pendapat yang sengaja dibangun untuk mendiskreditkan pemerintah yang sah.

Mari kita pahami bahwa tugas Gereja adalah menyatukan umat dan bukan memecah belah umat oleh karena itu atas nama Gereja tidak boleh ada yang berpolitik, tugasnya untuk membawa umat kepada jalan yang benar, sebaliknya dengan 3 tokoh yaitu Socrates Yoman, Dorman Wandikbo, dan Benny Giay. 

Mereka ini Tokoh Agama atau Tokoh Politik?

Kalau mau jadi Tokoh Politik Papua lepaskan jabatan sebagai Gembala, tapi kalau mau jadi bagian dari Dewan Gereja patuhilah kepada ajaran Tuhan.

Tuhan juga memerintahkan untuk patuh kepada pemerintah yang sah, karena pemerintah adalah wakil Allah.

Kalau ada yang berpendapat situasi di Papua semakin memburuk sejak tahun 2017 itu benar, berkaitan dengan Hak Asasi Manusia dimana banyaknya gangguan-gangguan terhadap warga sipil dan aparat pemerintah yang menjalankan tugasnya di Papua khususnya di wilayah pedalaman, seperti guru, petugas kesehatan, aparat keamanan dan lain sebagainya.

Kasus guru2 yang disandera, diperkosa, warga sipil tukang ojek yang ditembak, kekerasan dan ancaman kepada masyarakat, hewan ternak dan hasil kebun yang dirampas oleh kelompok-kelompok yang melawan pemerintah, semuanya sangat jelas Dimata kita.

Dan ini menandakan bahwa mereka Dewan Gereja (Socrates Yoman, Dorman Wandikbo, dan Benny Giay) tidak mampu menjalankan perintah Tuhan untuk melakukan pendekatan-pedekatan kepada kelompok-kelompok yang melawan pemerintah.

Bahkan ada kesan mereka bertiga terlibat dan ikut mendukung pergerakan kelompok tersebut, seharusnya peran mereka bertiga seperti Nabi yaitu membimbing dan meluruskan kekeliruan sesuai dengan perintah Tuhan dilarang membunuh, mencuri, memperkosa, dan melakukan kekerasan kepada orang lain, dan mengakui pemerintah yang sah adalah wakil Allah.

Untuk itu saya mengajak bapak Socrates Yoman, Dorman Wandikbo, dan Benny Giay kembali kepada perintah Tuhan, hentikan mengatasnamakan Dewan Gereja untuk mencapai tujuan-tujuan yang bertolak belakang dengan perintah Tuhan.

Semoga bapak bertiga dapat memperbaiki diri atas kekeliruan selama ini.

Tuhan Memberkati

Maret 5, 2021

Aktivis Papua Bersatu, Johan R.

0 komentar:

Posting Komentar