Jumat, 12 Maret 2021

Kematian 3 Mahasiswa Papua di Salatiga, Dipolitisir Kelompok Separatis

 


 

Hasil pemeriksaan dokter terhadap 3 mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW-Salatiga) asal Papua yang tewas pada Rabu 10 Maret 2021 di RSUD Salatiga, telah disimpulkan bahwa ketiganya tewas karena penurunan imun tubuh yang disebabkan komplikasi setelah menegak minuman keras (miras).

Menurut keterangan Dokter jaga di RSUD Salatiga, dr. Arini Dyah Setyowati mengatakan, ketiga mahasiswa yang meninggal tersebut, dikarenakan kelebihan kelenjar getah bening di dalam tubuhnya dan tidak ada gejala kekerasan ataupun suspek virus Covid-19.

“Meninggalnya karena sakit yang dideritanya, dan ketiga mahasiswa yang meninggal dunia itu, tidak terkomfirmasi virus Covid 19 dan juga tidak ada kekerasan fisik,” Kata dr. Arini Dyah Setyowati, saat dikomfirmasi.

Sebelumnya kabar kematian ketiga mahasiswa asal Papua tersebut mengalami disinformasi, tidak sedikit isu miring yang bersumber dari kelompok separatis mengabarkan bahwa kematian ketiganya sangat misterius dan sempat mengalami tindak kekerasan.

Atas beredarnya kabar tersebut, Kapolres Salatiga AKBP Rahmad Hidayat mengonfirmasi bahwa kematian mahasiswa bernama Ovni Wakerkwa, Marpino M Sipka, dan Rudolf Carlos Kelanangame, mencoba dipolitisir oleh kelompok tertentu.

“setelah dilakukan pemeriksaan, penyebab kematiannya murni karena miras yang dicampur beberapa minuman lain. Berkaitan dengan itu saya membantah pernyataan kelompok-kelompok tertentu yang sengaja menciptakan isu yang tidak benar,” ujar Kapolres melalui sambungan telefon.

Seperti penelusuran yang dilakukan oleh tim redaksi atas kabar kematian mahasiswa Papua, telah ditemukan berbagai spekulasi dan informasi yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya. Salah satu yang menarik perhatian adalah konten media sosial facebook milik seseorang berinisial WY yang telah memprovokasi pegiat facebook lainnya dalam sebuah forum grup.

Atas beredarnya kabar oleh WY yang diduga juga merupakan rekan ketiga mahasiswa Papua tewas tersebut, memunculkan berbagai tanggapan berupa opini liar yang membahayakan. Sebelumnya ditegaskan bahwa WY merupakan simpatisan gerakan Papua merdeka, hal ini diindikasi dari aktivitasnya bermedia sosial.

Kabar tentang kematian mahasiswa Papua yang diperparah dengan upaya membangun hoaks yang dilakukan oleh simpatisan kelompok separatis tersebut, diketahui semakin mempertegas ujaran Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang mengatakan jika kelompok separatis sengaja memanfatkan media sosial sebagai alat untuk melakukan propaganda.

"Kita semua menyadari bahwa kekuatan internet dan medsos telah digunakan untuk menyebarkan paham radikalisme dan terorisme. Sebagai contoh adalah para aktor separatis Papua baik di front politik, front klandestin, dan bersenjata juga memanfaatkan media sosial untuk propaganda-propagandanya," ujar Panglima.

 

2 komentar:

  1. Bahaya tu, dokter tipu, pasti ada pemain didalamnya.

    BalasHapus
  2. Media tidak jelas....
    Kronologinya tidak seperti itu🤣🤣

    BalasHapus