Rabu, 10 Maret 2021

MRP Rilis Buku Capaian dan Pengaruh Otsus bagi Pembangunan Papua


Majelis Rakyat Papua (MRP) berupaya mendorong keberlangsungan otonomi khusus (otsus) di Papua yang diketahui sudah berlangsung selama 20 tahun. MRP dalam keterangan Timotius Murib sebagai Ketua menyampaikan bahwa upaya yang dilakukan MRP semata-mata untuk berkontribusi pada pembangunan Papua.

Dalam pernyataan pers yang disampaikan oleh MRP melalui Timotius Murib bahwa pihaknya telah merilis sebuah buku khusus yang berisi tentang capaian otsus di Papua. Hal tersebut dikatakan juga sebagai implementasi tunduknya MRP atas undang-undang otsus di Papua.

“Kami meluncurkan buku bersampul warna biru dengan judul Efektifitas Pelaksanaan Otsus Papua, buku ini juga menjadi rekomendasi dari MRP atas salah satu kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP),” ungkap Murib. (10/3)

Murib mengatakan bahwa kebijakan otsus memiliki pengaruh yang penting atas pembangunan Papua. Dalam isi bukunya yang telah diserahkan kepada Gubernur Papua Lukas Enembe tersebut juga berisi pernyataan dari tokoh-tokoh Papua berkaitan dengan otsus.

“Menjadi penting bahwa otsus memiliki pengaruh kuat secara langsung atas pembangunan bagi Papua. Jadi buku itu berisi tentang berbagai kesimpulan tentang otsus, ada juga pernyataan-pernyataan dari akademisi,”

Atas peluncuran buku tersebut, Murib dan MRP berharap masyarakat bisa membacanya. Hal tersebut disampaikan untuk menumbuhkan kontribusi masyarakat secara menyeluruh dalam pembangun bagi Papua yang lebih baik.

“Tentunya kami berharap buku itu bisa dibaca masyarakat umum, jadi hal-hal mendasar untuk membangun Papua bisa mengakar kuat dalam segala lapisan. Harapannya tentu untuk kebaikan Papua,”

Murib mengaku bahwa buku tersebut utamanya dapat menjadi rujukan bagi pemerintah pusat yang sedang ramai melakukan pembahasan terkait revisi keberlanjutan otsus.

“Sebagai MRP yang memiliki tanggung jawab kepada pemerintah juga, buku tersebut dapat menjadi rujukan agar otsus yang akan dilanjutkan di Papua menjadi lebih menyentuh kebijakannya. Sebab implementasi undang-undang yang diadopsi pada awal pembentukan otsus perlu diperbaharui dalam kondisi saat ini,”

0 komentar:

Posting Komentar