Rabu, 24 Maret 2021

Negara Tidak Gagal Dalam Keberlangsungan Otsus Papua

Anggapan negara gagal dalam menangani Otsus di Papua itu sangat keliru. Bagi saya anggapan itu sebuah pemikiran dangkal yang sengaja dan selalu diungkapkan disetiap diskusi oleh oknum dan kelompok tertentu.
Selama 20 tahun ini, mereka yang menganggap atau menilai Otsus di Papua gagal, mereka kemana? Apa yang mereka lihat selama ini?
Kepada orang dan kelompok tersebut saya persilahkan buka mata anda dan pikiran anda dengan jelas dan jernih.
Dari segi pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan ekonomi anda lihat semua itu dan anda bandingkan dengan kehidupan pada 20 tahun sebelumnya. Kalau anda sudah lahir sebelum tahun 2000 maka anda akan merasa berdosa atas anggapan dan penilaian tersebut. Namun kalau anda lahir di atas tahun 2000 maka anda salah karena penilaian anda tidak ada pembandingnya.
Sedikit saya cerita pengalaman saya di era sebelum Otsus, saya dan orang tua saya merasakan kurangnya perhatian pemerintah sehingga kesejahteraanpun kurang dirasakan.
Saya menyadari kekurangan kesejahteraan itu tidak terlepas dari SDM itu sendiri. Keterbatasan pendidikan yang dimiliki orang tua saya sangat minim sekali sehingga berdampak kepada kehidupan kami.
Dengan adanya Otsus yang diberlakukan mulai tahun 2001, memberi harapan buat saya, sehingga saya diberikan kesempatan untuk menempuh pendidikan yang tinggi. Puji Tuhan saya saat ini mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik.
Saya meluruskan anggapan yang salah dan keliru tersebut, anggapan itu hanya atas nama pribadi dan kelompok tertentu saja, tidak mewakili masyarakat Papua secara keseluruhan.
"Kalau mau sejahtera mulailah dari membangun SDM diri sendiri yang lebih baik"
Jangan lagi berharap pemberian dan bantuan dari pemerintah, negara melalui pemerintah daerah masing2 sudah memberikan kesempatan dan peluang untuk mengembangkan diri, manfaatkan itu sebaik-baiknya.
Pengalaman kita kasus mahasiswa eksodus, sekarang bagaimana nasib mereka, adek-adek kita belum sungguh-sungguh merubah pola pikirnya untuk masa depan yang lebih baik, mereka masih gampang dipengaruhi oleh kelompok dan oknum yang mengatakan Papua akan merdeka.
Ini tidak mungkin, tidak akan terjadi keputusan PBB itu sudah final.
Kita ketahui adek2 kita banyak yang dikuliahkan di luar Papua maupun di luar negeri, ini angkanya sangat luar biasa sampai ribuan mahasiswa. Apakah ini dianggap negar gagal menjalankan Otsus di Papua? Yang gagal adalah manusianya mulai dari mahasiswa itu sendiri sampai kepada elit politik yang memainkan dana Otsus.
Bersambung...
Edwar GM (Aktivis dan Pengamat Papua)

0 komentar:

Posting Komentar