Senin, 15 Maret 2021

Pdt. Socratez: Jangan Libatkan Anak Kecil dalam Aksi Perjuangan

 



Dalam perkembangan situasi tentang gerakan perjuangan kemerdekaan Papua, maraknya keterlibatan anak usia dini yang dijadikan objek dalam berbagai kampanye akhirnya ditanggapi Socratez S. Yoman sebagai tokoh keagamaan Papua.

Oleh Presiden Gereja Baptis Papua tersebut menganggap bahwa ide berkampanye yang melibatkan anak-anak adalah cara yang sangat tidak tepat. Terlebih dikatakan Socratez bahwa maksud dilakukan upaya seperti itu hanya untuk menarik perhatian public.

“Cara-cara melakukan aksi dengan melibatkan anak-anak ini saya yang sangat tidak setuju, bukan waktunya mereka melakukan itu. Apalagi tujuannya hanya untuk mencari perhatian,” ujar Socratez dalam keterangannya. (14/3)

Socratez menganggap bahwa Komite Nasional Papua Barat (KNPB) disebut sebagai salah satu faksi perjuangan yang sudah keliru dalam melakukan aksi. Sebab menurutnya kelompok anak-anak masih memiliki dunianya sendiri yang berbeda dengan dinamika orang dewasa. Socratez juga menegaskan jika aksi yang melibatkan anak-anak menjadi salah satu bentuk aksi pemaksaan.

“Saya bisa sebutkan jika KNPB sudah salah mengambil aksi, karena dunia anak-anak terpaksa dipertaruhkan. Terlebih saya mendengar kalau ada yang dipaksakan,”

Dalam keterangannya, Socratez menilai kalau anak-anak adalah aset bangsa dimasa yang akan datang. Sehingga pihaknya mengatakan kalau seharusnya kelompok anak-anak lebih didorong untuk aktif dalam kegiatan keagamaan di gereja.

“Cara untuk lebih mengenalkan Tuhan itu akan lebih baik dari pemaksaan tentang aksi perjuanan. Mereka ini adalah penerus bangsa maka jangan dirusak pribadinya sejak sekarang,”

Meski mengaku bahwa dirinya adalah salah satu aktivis dalam perjuangan, namun hal-hal prinsipil tentang keterlibatan anak-anak harus dikesampingkan. Socratez menganggap bahwa aksi dini yang dilakukan oleh anak-anak karena pemaksaan akan merusak mental dan kepribadian.

 

0 komentar:

Posting Komentar