Rabu, 24 Maret 2021

Tanyakan Kasus Penembakan Warganya, Selandia Baru Dukung Penuntasan Terorisme di Papua


Dubes selandia baru menuntut penegakan hukum terhadap kasus pelanggaran ham yang dilakukan oleh kelompok separatis terhadap salah seorang warga negaranya yang menjadi korban penembakan pada 30 Maret 2020 (tahun lalu).

Jonathan Austin sebagai Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia merasa bahwa kasus penembakan terhadap Greame Thomas Wall sebagai karyawan PT. Freeport Indonesia tidak bisa dikesampingkan karena sudah menyangkut hilangnya nyawa seseorang.

“kematian Greame Thomas Wall di Kuala Kencana pada Maret 2020 tahun lalu harus bisa diselesaikan kasusnya, untuk itu kami dari kedutaan menanyakan hal tersebut kepada Polda Papua untuk mengetahui sudah sampai dimana prosesnya,”

Diketahui bahwa penembakan terhadap Greame T. Wall setahun lalu dilakukan teroris Papua yang berjumlah puluhan setelah berhasil memasuki kawasan perkantoran PT FI Kuala Kencana. Diketahui kelompok teroris tersebut difasilitasi oleh seorang oknum petugas security bernama Ivan Sambom yang diketahui bergabung dengan kelompok teroris sejak tahun 2004.

“Kami menerima informasi tentang kejadian tersebut, kami juga memahami tentang keterlibatan security yang membantu kelompok teroris untuk bisa masuk ke lokasi dan melakukan aksi penembakan terhadap Greame T. Wall,”

Disampaikan oleh Kedutaan Selandia Baru, bahwa pihaknya bersedia untuk menawarkan kerja sama dengan Polda Papua untuk meningkatkan kapasistas anggota dalam bertugas.

“Ya, kami juga menawarkan kerjasama dengan Kepolisian di Papua supaya bisa lebih meningkatkan kapasitas anggotanya dalam bertugas. Upaya ini juga menjadi salah satu fokus kami untuk mendukung Polisi dalam menyelesaikan kasus penembakan terhadap Wall,”

0 komentar:

Posting Komentar