Sabtu, 13 Maret 2021

Teror KKB ke Pekerja Asing. Pembakaran Pesawat Misonaris - 1 Tewas Ditembak

 



Kelompok kriminal bersenjata (KKB) dikabarkan kembali berulah melakukan teror kekerasan dengan menyandera pesawat Susi Air, jenis Pilatus PC-6 S1-9364 PK BVY yang dikelola oleh PT. Asi Pudjiastuti Aviation.

Dalam perkembangan yang beredar diketahui bahwa upaya KKB dalam menyandera pesawat sebagai bentuk ancaman karena mengaku tak mendapatkan dana desa dari sebuah kampung di Kabupaten Puncak, Papua.

Penyanderaan oleh KKB yang menjadikan korban merasa trauma dan ketakutan tersebut dilakukan di Lapangan Terbang Wangbe, Distrik Wangbe Kabupaten Puncak, Papua. Pada Jumat, 12 Maret 2021, kemarin.

Korban dalam aksi tersebut, Captain Ian John Terrence Hellyer (Pilot) warga negara Selandia Baru mengungkapkan penyanderaan terhadapnya juga dilakukan kepada 3 penumpangnya yang sebenarnya juga merupakan warga Papua. Dalam keterangan yang diperoleh bahwa penyanderaan dilakukan sekitar 30 anggota KKB selama 2 jam.

“kami dihadang oleh 30 orang selama 2 jam. Bahkan Ricky Dolame, Arikala Dolame dan Arike Wandikbo sebagai penumpang yang juga orang Papua juga tidak lepas dari teror itu,” ungkap John.

John Hellyer juga mengatakan bahwa dua orang anggota KKB tersebut membawa senjata laras panjang dan ditodongkan kepadnya. John menambahkan, alasan menyandeta tersebut dikarenakan kelompok separatis tersebut kecewa kepada salah seorang Kepala Kampung. Dikatakan bahwa mereka tidak mendapatkan Dana Desa dan Dana otonomi khusus (otsus).

Upaya penyanderaan dan tindak kekerasan terhadap warga negara asing bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya pada tanggal 6 Januari 2021 KKB di Intan Jaya telah melakukan tindak kekerasan kepada pilot dan penumpang yang merupakan misionaris. Peristiwa tersebut disambung dengan upaya pembakaran terhadap pesawat milik PT. MAF.

Hampir setahun sebelumnya, juga telah terjadi aksi penembakan terhadap karyawan PT. Freeport Indonesia berkebangsaan Selandia Baru bernama Greame T. Wall yang sedang bertugas di kawasan Kuala Kencama, Kota Timika. Peristiwa tersebut terjadi pada 30 Maret 2020.

0 komentar:

Posting Komentar