Jumat, 26 Maret 2021

Teroris Joni Botak akan Ditangkap Hidup atau Mati

 



Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri menegaskan akan terus melakukan pengejaran kepada Joni Botak yang merupakan salah seorang pimpinan kelompok teroris di Kali Kopi, Timika, Papua. Hal tersebut diungkapkan Fakhiri sebab kelompok Joni Botak sudah sangat meresahkan dengan menebar berbagai ancaman.

"Kami akan terus mencari Joni Botak sampai kapanpun. Para pelaku kejahatan harus kita tangkap atau tahan hidup maupun mati," tegas Kapolda Papua. (25/3)

Fakhiri dalam keterangannya mengatakan bahwa sebagai negara hukum, masyarakat atau kelompok manapun tidak boleh melanggar hukum atau ketentuan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. terkait catatan kriminal Joni Botak, Fakhiri mengatakan bahwa kelompok tersebut terlibat langsung dalam berbagai konflik di Papua, termasuk pembakaran Gereja di Opitawak pada bulan Maret tahun lalu.

Fakhiri juga mengatakan situasi terkait upaya yang sedang dilakukan oleh dilakukan TNI Polri. Pemimpin Polda Papua tersebut menyampaikan jika saat ini pimpinan teroris Kali Kopi Mimika sedang dalam keadaan terjepit, lantaran aparat TNI-POLRI terus melakukan pengejaran.

"Saat ini dia (Joni Botak) dalam keadaan terjepit, dan kita tetap terus mengajar dan menunggu sampai dia keluar," bebernya.

Dirinya juga menegaskan bahwa TNI-Polri tidak akan mundur selangkahpun untuk menangkap kelompok separatis seperti Joni Botak dan kelompoknya. Untuk itu pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak lagi mendulang di kawasan Mile 43 hingga Mile 50 di Kabupaten Mimika Papua. Karena area tersebut sedang diawasi oleh aparat untuk menjalankan tugasnya.

"Untuk masyarakat tolong beri kesempatan kepada kami aparat TNI-Polri untuk menjalankan tugasnya," tuturnya.

Diketahui bahwa Joni Botak merupakan salah seorang pimpinan teroris di Papua yang kerap melakukan upaya perlawanan dan tidak jarang melakukan ancaman kepada aparat ataupun masyarakat sipil di wilayah Kabupaten Mimika, Papua.

0 komentar:

Posting Komentar