Rabu, 03 Maret 2021

Tewas! Polisi Ungkap Daftar Aksi Teror Ferry Elas sebagai Pentolan KKB Tembagapura

 



Ferry Elas dikabarkan tewas pasca kontak senjata di kawasan Kali Kopi, Mile 53 Area PT Freeport Indonesia, Mimika pada 28 Februari 2021 lalu. Dari hasil penyelidikan polisi menemukan fakta-fakta terkait aksi dan kekejaman yang dilakukan oleh Ferry dalam melakukan teror sebagai salah satu pentolan kelompok separatis di Papua.

Hal ini diungkapkan oleh Kapolres Mimika AKBP I Gusti Adhinata yang mengatakan bahwa dari 9 barang barang bukti berupa telepon seluler, telah didapati sejumlah dokumentasi berupa foto dan video yang memperlihatkan aksi keji Ferry bersama kelompok kriminal bersenjata (KKB) dalam setiap aksinya.

“Dari sembilan hp, ditemukan foto dan video Ferry Elas saat melakukan aksi teror dan penyerangan-penyerangan. Barang bukti ini ditemukan oleh personel TNI/Polri saat melakukan olah TKP,” ujar Adhinata dalam siaran persnya pada 3 Maret 2021.

Adhinata mengatakan bahwa Ferry Elas merupakan tokoh KKB di Tembagapura yang telah melakukan serangkaian aksi mengganggu keamanan. Diantaranya adalah perampasan harta benda milik warga sipil di Puncak Jaya, hingga aksi penyanderaan guru di Tembagapura.

“Dalam catatan kepolisian, dia sudah menjadi DPO (Daftar Pencarian Orang) sejak 2017. Ini dikarenakan beberapa aksi yang melibatkan dirinya. Beberapa kejadian seperti perampasan dan penyanderaan guru adalah fakta dari aksi yang telah dilakukannya,”

Atas tewasnya Ferry Elas sebagai wakil Joni Botak yang turut melakukan aksi pembakaran sebuah gereja di Opitawak pada Maret 2020 bersama dengan Lekagak Telenggen tersebut, Kepolisian merilis sejumlah daftar rangkaian aksi teror yang melibatkannya. Berikut daftar lengkap aksi teror yang dilakukan oleh Ferry Elas:


  1. 17 Agustus 2017 - melakukan penembakan terhadap mobil Land Cruser milik PT Freeport Nomor Lambung 01-4837 di Mile 60.
  2. 24 September 2017 - melakukan penembakan mobil Land Cruser kawal tangki air di Mile 61 distrik Tembagapura.
  3. 25 September 2017 - melakukan penembakan mobil land Cruser milik PT. Freeport Nomor Lambung rp-25 di Mile 60 Distrik Tembagapura
  4. 21 Oktober 2017 - melakukan penembakan mobil Land Cruser milik PT Freeport Nomor Lambung 01-4744 r di Mile 60 Distrik Tembagapura.
  5. 21 Oktober 2017 - melakukan penembakan anggota Brimob dan Polsek Tembagapura di Bukit Sangker Mile 69 Distrik Tembagapura.
  6. 23 Oktober 2017 - melakukan penembakan anggota Brimob saat melakukan apel di Utikini Lama Distrik Tembagapura.
  7. 24 Oktober 2017 - melakukan penembakan mobil Land cruser milik Rumah Sakit Tembagapura Nomor Lambung 01-4414 di jembatan lama Utikini Distrik Tembagapura.


Selain itu, berdasarkan hasil penyelidikan dan investigasi, Ferry Elas terlibat dalam pidana lainnya, yaitu:


  1. 1 Agustus 2019 bersama-sama Hengky Wamang menjadi penggerak deklarasi KKB gabungan pegunungan tengah di Maranatha Distrik Gome Kabupaten Puncak Ilaga yang bertujuan untuk melakukan penyerangan di area PT Freeport Indonesia.
  2. 22 Februari 2020 melakukan penyanderaan 3 orang guru di Kampung Jagamin Aroanop Distrik Tembagapura bersama dengan kelompok KKB pimpinan Lekagak Telenggen.
  3. 5 Maret 2020 bersama-sama KKB pimpinan Lekagak Telenggen melakukan pembakaran bekas gedung gereja di blok A Kampung Opitawak Distrik Tembagapura.
  4. 6 Maret 2020 melakukan penembakan pos 754 di Opitawak mengakibatkan 1 orang korban luka dan menembak pos Brimob Bengkulu Satgas Aman Nusa di aula banti 2 Distrik Tembagapura.
  5. Setelah melakukan penembakan pos TNI 754 dan pos Brimob Bengkulu Satgas Aman Nusa, KKB gabungan kembali melakukan aksi pembakaran rumah milik warga di Blok A Kampung opitawak Distrik Tembagapura.


Berdasar aksi teror yang dilakukan tersebut, Adhinata mengatakan jika masyarakat di Distrik Tembagapura sempat ketakutan dan terpaksa harus menyelamatkan diri di Polsek Tembagapura dan Kota Timika.

"Dari rangkaian aksi teror yang dilakukan oleh Ferry Elas bersama dengan kelompok KKB yang dilakukan di wilayah Distrik Tembagapura, mengakibatkan masyarakat yang berdomisili di Tembagapura terpaksa menyelamatkan diri ke Polsek Tembagapura dan minta difasilitasi ke Kota Timika," ujar I Gusti Gde Era Adhinata.




0 komentar:

Posting Komentar