Minggu, 21 Maret 2021

Warga Kampung Berap (Jayapura) Terintimidasi Kelompok Separatis Papua

 



Beredar kabar tentang adanya aktivitas mencurigakan yang dilakukan oleh kelompok separatis politik di Wilayah Kabupaten Jayapura, salah seorang tokoh adat dari Kampung Berap, Jayapura, menyuarakan kecaman atas segala aksi yang akan mendatangkan konflik di daerahnya. (22/3)

Bersama masyarakat, dirinya telah bersikap keras untuk menolak setiap aksi perkumpulan yang dilakukan oleh kelompok yang diketahui dari organisasi KNPB tersebut. Menurutnya aksi semacam itu akan member rasa ketakutan dan kekhawatiran yang mengancam warganya secara umum.

“Kami tegas menolak aksi yang dilakukan oleh kelompok separatis di tanah kami, wilayah ini adalah tempat yang damai. Kami sangat khawatir jika mereka yang merencanakan aksi akan menimbulkan konflik baru dan mengganggu warga,”

Kabar tersebut diketahuinya karena dalam beberapa waktu terakhir ada banyak warga dari luar daerah yang berdatangan. Dalam penyampaiannya, orang tua (sebutan lain tokoh adat) mengaku tidak mengenali satu-pun dari mereka, hanya saja dirinya menduga kuat bahwa orang-orang tersebut berasal dari wilayah pegunungan.

“Memang terlihat ada beberapa kali mobil selalu berdatangan ke kampung kami. Tapi tidak tahu lagi setelah itu mereka kemana, saya tidak bisa mengenali tapi yang pasti mereka adalah orang gunung,”

Atas terjadinya pergerakan yang dilakukan oleh kelompok separatis, menurutnya situasi yang terjadi berpotensi untuk meresahkan penduduk asli. Pihaknya jiuga merasa khawatir jika kelompok separatis ‘dibiarkan’, maka akan merusak generasi penerus.

“Saya tegaskan kalau tidak boleh ada gerakan-gerakan yang mengancam ketenteraman. Hal-hal seperti ini harus sama-sama kita lawan karena taruhannya besar. Generasi penerus bisa dihancurkan dengan munculkan gerakan separatis seperti ini,”

Selain tidak setuju dengan aksi separatisme, tetua adat juga mengisyaratkan jika kehadiran kelompok tidak dikenal akan mengganggu warga yang sedang beraktivitas karena adanya intimidasi. Sehingga dirinya bersama warga telah bersepakat akan mengambil tindakan terhadap aksi dari kelompok separatis tersebut.

"Kami juga minta kepada pihak aparat keamanan  untuk membubarkan kegiatan tersebut, karena ini sudah bertentangan dengan negara kesatuan republik Indonesia,"

0 komentar:

Posting Komentar