Minggu, 04 April 2021

Aktivis dan Pengamat Papua Kecam Oknum dan Organisasi Melawan Pemerintah yang Memprovokasi Mahasiswa Papua


Dalam sebuah pertemuan diskusi yang dilakukan oleh Alumni Mahasiswa Papua yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Papua Bersatu, membahas persoalan tentang arah mahasiswa papua kedepan.

Kegiatan yang berlangsung di sebuah café di Jakarta beberapa mahasiswa menyampaikan arah masa depan generasi papua selanjutnya terutama bagi mereka yang saat ini sedang melanjutkan study di beberapa fakultas baik di Jakarta, Jogya, Semarang, malang dan beberapa wilayah lainnya.

Salah seorang mahasiswa bernama chaterin menyampaikan bahwasanya hingga saat ini masih terjadi provokasi dan hasutan-hasutan terhadap mahasiswa papua dari kelompok-kelompok yang berseberangan dengan pemerintah.

Chaterin menjelaskan, mereka didatangi ke asrama-asrama dan menghasut agar para mahasiswa menolak program pemerintah, seperti menolak Otsus, Pemekaran, dan Rehabilitasi Asrama, mereka diketahui berasal dari organisasi ULMWP Bersama Yusni Iyouw yang merupakan mantan ketua mahasiswa Eksodus.

Menanggapi hal itu, Edward GM yang merupakan Inisiator pertemuan mengatakan saat ini banyak asrama-asrama yang huni oleh kelompok-kelompok yang berseberangan dengan NKRI, mereka hampir sebagian besar adalah mahasiswa yang di DO dan sebenarnya mereka ini sudah tidak berhak menempati asrama-asrama papua lagi, hal ini butuh ketegasan dari pihak pemerintah papua.

“Sangat disesalkan, adek-adek kita yang seharusnya berhak menempati fasilitas asrama yang diberikan kepada mereka yang masih study akhirnya harus menyewa rumah kontrakan Bersama mahasiswa lainnya,” ungkap Edward saat dikonfirmasi.

Edward juga menambahkan agar pemerintah dan pihak terkait untuk mengusut atau melakukan tindakan tegas terhadap mereka karena mereka sudah sewenang-wenangnya melakukan tindakan intimidasi dan provokasi terhadap mahasiswa papua.

Dirinya juga mengecam tindakan oknum mahasiswa eksodus Bersama kelompok ULMWP atau organisasi yang bertentangan dengan pemerintah melakukan aksi yang merugikan masa depan generasi papua.

0 komentar:

Posting Komentar