Jumat, 02 April 2021

Beredar Surat Terbuka Kepada Penggiat Ham Sedunia


Papua - Indonesia. Beredar surat terbuka yang ditujukan kepada aktivis atau penggiat Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia mempertanyakan sejauh mana kesungguhan Theo Hesegem dalam menangani kasus-kasus yang berdampak kepada HAM.

Surat terbuka yang ditulis melalui catatn digital whatsapp tersebut ditulis atas nama Franz  K, dalam surat tersebut, Franz mengungkapkan rasa kecewanya terhadap Theo Hesegem selaku pegiat/aktivis HAM Sedunia sepertinya tidak peduli dengan peristiwa yang baru saja terjadi di wamena, seorang ibu penjaga kios dianiaya hingga meninggal dunia.

Franz menyayangkan, mengapa Theo Hesegem justru meninggalkan Kota Wamena pergi ke Nduga tanpa merespon sedikitpun peristiwa yang terjadi di Depan matanya Theo, malah mencari sesuatu yang belum mungkin bisa dilihat oleh matanya Theo.

baca juga: Isu Rasisme Sebagai Alat Provokasi Kelompok Separatis

Franz juga meminta agar Theo harus serius dan sungguh-sungguh jika mengaku sebagai aktivis HAM, jangan bekerja ada kepentingan pribadinya saja yang megatasnamakan LBH (Lembaga Bantuan Hukum), tapi bantuan hukum mana yang dimaksudkan, karena setiap diskusi tentang Theo Hesegem selalu saja mendapa respon yang negatif, tulis Franz.

Adapun Surat Terbuka Kepada Panggiat HAM Sedunia melalui catatan digital whatsapp yaitu

Surat Terbuka Untuk Direktur Yayasan dan Keutuhan Pembela HAM Sedunia

Kepada YTH: Kakak Theo Hesegem di Wamena

Saya frans, pengamat dan aktivis papua di Jayapura, surat terbuka ini saya tujukan kepada kakak Theo selaku aktivis pembela Ham sedunia.

Kakak Theo yang dikasihi Tuhan, terkait tulisan dan pernyataan kakak tentang korban pelanggaran HAM di papua yang terus meningkat, dan banyak warga sipill yang menjadi korban baik orang asli papua maupun non asli papua, kakak mengaku terus melakukan investigasi setiap peristiwa yang berkaitan dengan hilangnya nyawa seseorang.

Hari ini, saya mau bertanya kepada kakak, bagimana dengan kasus hilangnya nyawa seorang ibu yang menjaga kiosnya di wamena yang notabene adalah wilayah atau tempat tinggal kakak sendiri.

Kemaren, pada hari rabu 31 Maret 2021 terjadi penganiayaan terhadap seorang ibu yang mengakibatkan ibu tersebut meninggal dunia. Ibu dan anaknya diserang saat menjaga kios. Kasus ini sepertinya tidak termonitor oleh kakak theo, sehingga saat ini belum ada pernyataan sikap dari kakak theo kepada publik selaku pembela HAM sedunia.

Justru saya mendapat informasi dari nduga, karena berada di sana. kalau kakak sengaja ke Nduga pasca kejadian penganiayaan untuk menghindar dari pertanyaan wartawan ininsangat keliru dan salah padahal disaat kejadian tersebut kakak berada di wamena, mestinya kakak sudah tau pada hari itu.

"Sangat disayangkan sekali kakak, ibarat apa yang terjadi bisa terlihat didepan mata, tapi kakak malah pergi mencari sesuatu yang belum bisa terlihat dengan mata."

Sebagai pegiat/aktivis Ham Sedunia, kakak perlu dipertanyakan, ada kesan kakak bekerja tidak dengan sungguh-sungguh, tidak ikhlas dan ada kepentingan pribadi yang saya lihat disini, saya minta maaf kalau saya keliru tapi pernyataan saya ini sesuai realita di lapangan, dan mungkin saja kakak membaca surat terbuka saya ini, kakak masih di nduga.

Akhir dari surat terbuka saya ini, saya minta kakak harus adil dalam membela penggaran kasus HAM, jangan ada perbedaan antara OAP dengan Non OAP, selain itu hilangkan kepentingan politik pribadi, kalau hanya berkaitan dengan urusan perut/makan/materi itu semuanya Tuhan sudah atur, selalu indah pada waktunya.

Saya mohon kepada kakak agar ikut membela kasus ini, Karena disetiap diskusi pembahasan tentang kakak selaku penggiat pembela ham, hanya sedikit yang memberikan respon positif, hampir semunya memberikan respon negatif, ini karena mereka melihat kepentingan kakak lebih kepada mencari makan, bukan membela HAM seutuhnya.

Terima kasih

Frans K

Wamena, 3 April 2021

Mhn disebarkan, agar sampai kepada kakak theo.

0 komentar:

Posting Komentar