Jumat, 09 April 2021

Dua Warga SIpil Dibunuh Teroris Papua, Keluarga Korban Gertak Komnas HAM


Kelompok teroris Papua telah melakukan dua kali penyerangan terhadap warga sipil di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak. Atas penembakan yang menewaskan Oktovianus Rayo dan Yonathan Renden tersebut keluarga korban meminta kepada aparat untuk segera menindak para pelaku penembakan. (10/4)

Yohanis sebagai kerabat Oktovianus Rayo ditemui redaksi menyampaikan bahwa peristiwa penembakan yang dilakukan oleh kelompok teroris sangat diluar akal sehat. Menurutnya kejadian miris tersebut tidak harus terjadi sebab korban berstatus sebagai tenaga pendidik (warga sipil) dan tidak memiliki kepentingan atas konflik yang terjadi di Papua.

“Dia adalah guru, dia sudah merawat anak-anak Papua dengan cara mendidik. Apa yang dilakukan juga sebagai pengabdian kemanusiaan. Tapi kelompok teroris memang memiliki cara pandang yang lain. Atas peristiwa tersebut kami meminta agar pelaku dapat ditindak tegas,”

Yohanis juga menuntut upaya konkrit dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) agar bisa bersinergi dengan aparat penegak hukum (TNI Polri) atas tindakan biadab dari kelompok teroris Papua yang terus melakukan teror dan pembunuhan terhadap warga sipil.

“Saya minta komnas HAM bisa bertindak, yang saya tahu selama ini mereka hanya mengkerdilkan upaya TNI Polri yang bertugas di wilayah rawan seperti Papua. Sekarang kejadian penembakan benar terjadi, dua korban sudah meninggal berturut-turut. Apa yang akan mereka lakukan?”

Diketahui bahwa kelompok teroris sebelumnya telah melakukan dua kali penyerangan terhadap tiga warga sipil yang berstatus sebagai guru di SMP 1 Beoga. Menurut Junaedi Sualele sebagai saksi selamat, diketahui bahwa kronologi penembakan terjadi dalam dua waktu yang berbeda namun masih dalam satu peristiwa yang berkaitan.

Menurut Junaedi, penyerangan pertama terjadi pada pagi hari yang menewaskan Oktovianus Rayo (42). Sedangkan teror kedua terjadi kepada Yonatan Renden dan dirinya sendiri yang sedang mengupayakan pengurusan mayat Oktovianus Rayo dari Puskesmas Beoga.

“Saya bersama Yonathan (korban kedua) dari Puskesmas mau ke Kampung Ongolan untuk mengambil terpal karena mayat Oktovianus Rayo sudah mulai mengeluarkan cairan. Tapi diperjalanan kami ditembaki lagi dan Yonathan menjadi korban,”

0 komentar:

Posting Komentar