Selasa, 13 April 2021

Guru Pekerjaan Kemanusiaan, Kelompok Teroris Papua sangat Biadab


Hampir sepekan aksi pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang dilakukan oleh kelompok teroris Papua kepada dua orang guru di Kabupaten Puncak, Papua, terus mendapat kecaman dari serbagai pihak. Aksi keji tersebut juga memantik amarah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sorong, Papua Barat, Petrus Korisano, S.Pd., M.M.Pd. (14/3)

Menurutnya aksi kelompok separatis selalu mengundang pertikaian dan konflik berkepanjangan di Papua. Atas aksi di Distri Beoga sebelumnya, Petrus mengecam dengan keras kasus yang harus merenggut nyawa Oktovianus Rayo dan Yonatan Rende tersebut.

“Dua rekan guru kami berpulang, atas tindakan tidak manusiawi yang dilakukan itu, kami mengutuk dengna keras yang dibuat oleh kelompok teroris,”

Dalam penyampaiannya, Petrus memohon kepada aparat keamanan TNI/Polri untuk segera melakukan tindakan. Dikatakan, perlu dilakukan upaya pengejaran dan penangkapan terhadap pelaku pembunuhan.

“Saya mohon kepada aparat baik TNI ataupu Polri, untuk segera menangkap pelaku pembunuhan. Ini demi tegaknya hukum dan keamanan di Tanah Papua,”

Petrus menyerukan jika profesi guru dan medis merupakan pekerjaan kemanusiaan. Oleh sebab itu pihaknya sangat menyayangkan aksi biadab yang dilakukan oleh organisasi separatis di Papua.

“Sebagai seorang guru atau medis, dua pekerjaan itu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Namun ketika mendapat perlakuan yang tidak pantas, tentu banyak pihak akan marah dan tidak terima,”

Dikabarkan sebelumnya bahwa kelompok teroris pimpinan Lekagak Telenggen telah melakukan penyerangan kepada dua orang guru sekolah menengah di Distrik Beoga Kabupaten Puncak Papua. Tak hanya membunuh guru, gerombolan teroris juga membakar fasilitas pendidikan berupa Gedung sekolah.

0 komentar:

Posting Komentar