Kamis, 01 April 2021

Isu Rasisme sebagai Alat Provokasi Kelompok Separatis


Tokoh senior Papua mengingatkan bahwa isu rasisme tidak benar terjadi di Papua. Menurutnya isu tersebut hanya digunakan oleh kelompok separatis di Papua untuk mengangkat perbedaan dan perpecahan. (2/4)

Franz Korwa sebagai pengamat mengakui cukup gusar dengan aksi-aksi provokatif yang terus dilakukan oleh para kelompok perusuh di Papua yang menyamar sebagai pejabat, tokoh publik, bahkan tokoh keagamaan.

“Sangat tidak baik, dan hanya akan menimbulkan perpecahan. Ini adalah permainan para elit, ya mereka itu pejabat, kadang juga dikenal dengan tokoh publik bahkan tokoh agama,”

Franz menilai bahwa elit politik di Papua harus berhati-hati karena aksinya berpotensi mengundang kemarahan. Menurut Franz, kemarahan akan menjadi bom waktu sebab cepat atau lambat rakyat di Papua akan menyadari jika keberadaannya hanya dimanfaatkan untuk pkepentingan golongan.

“Mereka harus hati-hati. Memang selama ini rakyat seolah dijunjung, tapi jika saja aksi seperti ini terus dilakukan, rakyat juga akan bosan dengan janji-janji yang diumbar. Rakyat akan paham jika mereka hanya dimanfaatkan,”

Menilik tentang kesejahteraan yang ada di Papua, hal tersebut telah dilakukan dengan penuh tanggung jawab oleh pemerintah pusat. Namun upaya tersebut sengaja dihambat kelompok separatis dengan berbagai provokasi dan aksi penolakan.

“Siapa yang bisa menampik jika Papua yang saat ini ada, telah lebih baik ketimbang Papua dalam beberapa dekade lalu. Itu adalah fakta bahwa Papua berkembang pesat,”

Meski demikian, Franz meyakini jika aksi-aksi provokasi yang dilakukan oleh elit-elit Papua tidak akan berlangsung lama. Ditambahkannya bahwa kebaikan tidak akan habis tergeser dengan niatan buruk seperti yang terus dilakukan oleh kelompok separatis.

0 komentar:

Posting Komentar