Rabu, 14 April 2021

Kasus Penembakan Guru Belum Usai, Teroris Papua kembali Bunuh Pengojek


Sepekan terakhir bumi Papua dirundung awan kelam atas tindakan kelompok teroris yang terus menebar ancaman dan teror. Beberapa peristiwa teror terjadi, mulai dari penembakan dua orang guru di Beoga, pembakaran sekolah, pembakaran helikopter, dan penembakan terhadap warga sipil yang berprofesi sebagai pengojek.

Insiden penembakan terhadap pengojek bernama Udin di kampung Eromaga, Kabupaten Puncak tersebut terjadi pada Rabu 14 April 2021.  Korban yang mendapat serangan dari kelompok teroris lantas meninggal dunia dan tergeletak di lokasi kejadian, bersama dengan kendaraannya.

Atas insiden tersebut Kepala Sekretariat Perwakilan Komnas HAM di Papua, Fritz Ramandey mengatakan jika perlu dilakukan upaya dan penanganan secara serius dalam rentetan kasus yang selalu melibatkan kelompok teroris.

“Lagi-lagi terjadi, setelah sebelumnya ada peristiwa di Beoga, kemudian pembakaran helikopter, sekarang kita semua dibuat berduka dengan kabar penembakan seorang ojek. Perlu adanya upaya penanganan serius atas rentetan peristiwa ini,”

Disinggung terkait upaya yang perlu dilakukan, pihaknya menyadari bahwa dominasi penanganan tetap harus melibatkan aparat keamanan, sebab kelompok teroris juga sangat berpotensi melakukan perlawanan atas penggunaan senjata.

“Tidak bisa dibantah jika keterlibatan TNI Polri memang diperlukan karena mereka (kelompok teroris) juga siap dengan senjata yang dimiliki. Insiden terakhir ini sebagai dasar yang kuat untuk dilakukan upaya penindakan secara tegas,”

Salah seorang pengamat Papua, Franz Korwa ketika ditemui redaksi, dinilai cukup geram mendengar kabar aksi biadab yang selalu dipertontonkan oleh kelompok teroris. Dengan nada yang agak meninggi Franz keras mengatakan jika kelompok teroris harus dibasmi dan dihilangkan dari tanah Papua.

“Semua sadar kalau kelompok teroris ini tidak memberikan arti penting dalam kehidupan di Papua. Jika ada yang mendukung tindakannya, maka dia bagian dari teroris yang harus dihilangkan. Saya sangat mendukung tindakan tegas kepada mereka,”

Franz menambahkan jika tindakan TNI Polri dalam menangani teroris Papua tidak akan bisa dibenturkan dengan isu pelanggaran HAM. Menurutnya kelompok teroris adalah satu-satunya sumber konflik yang menjadikan Papua selalu bergejolak.

“Ya, kalau tidak ada mereka (kelompok teroris) Papua ini akan tenang, aparat TNI Polri tidak akan seramai ini. Saya juga merasa aneh jika setiap tindakan aparat keamanan selama ini kerap dibatasi oleh isu HAM, padahal teroris itulah yang selalu melanggar HAM. Buktinya sudah banyat terjadi, termasuk penembakan terhadap tukang ojek ini,”

0 komentar:

Posting Komentar