Minggu, 25 April 2021

Kelompok Teroris Merusak Nilai Adat di Papua


Aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok separatis Papua semakin brutal dan merugikan. Menurut ketua Pemuda Adat Papua, Jan Arebo mengatakan bahwa tidak ada lagi alasan yang relevan dan menolak statusnya untuk disebut kelompok teroris. (26/4)

Menurut Jan, tindakan yang dilakukan oleh teroris papua juga sudah diluar batas kemanusiaan atas berbagai pelanggaran HAM yang telah terjadi. Arebo mengatakan jika kelompok teroris dalam setiap aksinya selalu sadis bertindak dan merugikan.

“Kita semua tidak lupa dengan 31 pekerja di Nduga tewas dibantai, penyanderaan warga, bahkan ada yang diperkosa dulu sebelum akhirnya benar-benar dibunuh. Kekerasan yang dilakukan ini bukan saja ditujukan ke aparat keamanan. Faktanya guru, perawat, ojek, pendeta, wanita bahkan anak-anak pernah menjadi korban kekerasan,”

Jan mengaku sangat marah dengan perilaku biadab yang selalu diperlihatkan oleh kelompok teroris tersebut. Pihaknya meminta kepada aparat keamanan TNI-Polri untuk segera mengambil sikap dan melakukan penumpasan terhadap kelompok terororis.

“Negara punya alat, TNI Polri harus segera menghentikan kekerasan dan kekejaman yang selalu dilakukan oleh teroris ini. Masyarakat di Papua semua berharap untuk dilakukan penindakan, Papua membutuhkan keamanan,”

Sebagai tokoh pemuda yang yang menjunjung tinggi nilai adat, Jan mengaku jika adat Papua telah dirusak oleh aksi dari kelompok teroris. Dirinya juga mengaku prihatin sebab kelompok teroris seakan menghalalkan setiap jatuhnya korban.

“Budaya dan adat orang Papua itu tidak seperti yang dilakukan teroris, pembunuhan demi pembunuhan sudah sangat mencoreng nama Papua. Mereka ini menganggap nyawa tidak berharga, ini sangat keji. Kami sangat memohon untuk segera menuntaskan permasalahan,”

2 komentar:

  1. Anda siapa? Papua tak mengenal anda

    BalasHapus
  2. Maaf Pemuda dari wilayah adat mana ka ?
    Sebab papua cukup luas.

    BalasHapus