Rabu, 21 April 2021

Keluarga Ali Mom Ancam Teroris dengan Hukum Adat


Pasca penembakan terhadap pelajar di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, keluarga Ali Mom sebagai korban penembakan, mengancam kelompok teroris jika tidak bisa membuktikan korban yang dituduh sebagai mata-mata aparat.

Pernyataan tersebut disampaikan salah seorang keluarga Ali Mom, saat melakukan upacara kedukaan di Distrik Beoga, Puncak. Keluarga menganggap jika tuduhan sebagai mata-mata hanya sebagai upaya pembenaran.

“Mereka sengaja mengatakan kalau Ali Mom ini mata-mata aparat untuk menghindari kemarahan publik, mereka takut dikecam makanya bicara sembarang,”

Pihak keluarga juga menegaskan jika pelaku pembunuhan adalah kelompk teroris murni menebar yang tidak segan melakukan ancaman kepada setiap orang, pihaknya juga tegas menampik jika kelompok tersebut disebut organisasi perjuangan.

“Tidak ada organisasi perjuangan, mereka ini teroris biadab. Segala tindakan dan perilakunya tidak mencerminkan sebagai organisasi perjuangan, tidak ada hubungannya warga sipil dijadikan sasaran,” 

Dirinya kembali mengancam jika dalam batas waktu yang diminta pihak keluarga kepada kelompok teroris untuk mengngkap bukti, maka jalur adat dengan berbagai cara akan di tempuh kepada para pelaku pembunuhan.

Di ketahui Ali Mom Pelajar SMA Negeri 1 Ilaga tewas di tembak KKB beberapa waktu lalu. Ironisnya selain usai di tembak Pelajar berusia 16 tahun itu pun di bacok menggunakan senjata tajam di kening hingga tewas mengenaskan.

0 komentar:

Posting Komentar