Sabtu, 03 April 2021

Komisi C DPRD Lanny Jaya Beberkan Aksi Tolak Otsus yang Dipolitisasi


Tak hanya bupati, aksi unjuk rasa menolak otonomi khusus di Intan Jaya turut ditanggapi Ketua Komisi C DPRD Lanny Jaya Danius Wenda. Pihaknya menganggap bahwa aksi tersebut sengaja dilakukan oknum di Tiom untuk kepentingan kelompok.

Menurutnya bahwa demo penolakan otsus tersebut hanya dilakukan oleh segelintir orang saja sehingga tidak mewakili seluruh suara masyarakat Lanny Jaya. 

"Waktu demo tidak ada surat pemberitahuan dan banyak kejanggalan sehingga kami mengira ini jelas adalah settingan secara sistematis, terstruktur dan masif untuk kepentingan politisi,”

Ia menilai bahwa dana Otsus di Lanny Jaya selama ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan dapat dirasakan sampai akar rumput. Ia juga mengapresiasi pemerintahan Befa dan Yemis yang telah banyak merealisasi pembangun infrastruktur fisik dan nonfisik, serta menyiapkan SDM di Lanny Jaya.

“Kami merasa bahwa aksi yang dilakukan kemarin tidak mewakili masyarakat secara keseluruhan. Saat demo saya berada langsung dilokasi demo dan menerima massa aksi bersama dengan Ketua DPRD Lanny Jaya,"

Danius pun meminta kepada segelintir oknum untuk meminta Pemerintah pusat melalukan evaluasi atas penggunaan anggaran dan hak atas UU 21 Tahun 2001, untuk tidak serta merta menolak Otsus yang sudah memberikan kemajuan bagi daerahnya.

“Evaluasi asas desentralisasinya yang kurang maksimal, itu yang seharusnya didorong, bukan malah menolaknya mentah-mentah. Semua ini mendasar pada fakta-fakta yang telah direalisasikan atas kehadiran otsus,”

Pemberitaan sebelumnya Bupati Lanny Jaya Befa Yigibalom menyatakan bahwa aksi demo menolak otsus di Lanny Jaya tidak mewakili masyarakat. Bupati menilai aksi tersebut hanya sebuah provokasi yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa dan diterima oknum Anggota DPRD Lanny Jaya.

0 komentar:

Posting Komentar