Jumat, 16 April 2021

Kritik Negara, Amnesti International Indonesia Dukung Kebiadaban Teroris Papua

 

Ulah kelompok teroris di Papua mendapat memang mendapat tanggapan aliansi pendukung Hak Asasi Manusia (HAM), Amnesty Internasional Indonesia (AII). Melalui unggahan AII pada media sosial @amnestyindo, justru berkesan menyalahkan aparat keamanan dan memojokkan Kepolisian Indonesia.

"Aparat keamanan mempunyai sejarah panjang melakukan aksi balasan yang berakhir dengan warga sebagai korban," tulis AII. 

Atas pernyataan tersebut, banyak pegiat media sosial mengkritisi AII yang dirasa justru membela kekejaman dari teroris Papua. Tidak terkecuali oleh politisi Dedek Prayudi yang justru mempertanyakan tindakan AII yang sama tidak menyinggung aksi pembunuhan oleh kelompok teroris.

"Kok begini sih, Amnesty International? Tidak sedikitpun mengecam KKB OPM, malah balik men-demonize aparat yang notabene adalah lawan dari pelanggar HAM yang sedang dibicarakan di utasnya. Ampun deh,"

Dedek Prayudi juga menyesalkan cuitan Amnesty Internasional Indonesia yang tidak mengecam tindakan KKB, yang justru melanggar HAM. 

"Cuitan Amnesty cuma usut agar gak terjadi pelanggaran HAM baru disertai twist pre-emptive. Belum sekejap, udah ada lagi pelanggaran HAM baru oleh KKB lagi, skr korbannya pelajar. Masih gak mau kecam KKB? Pelajar Tewas Ditembak KKB Papua, Motor Dibakar,"

Hal senada juga dicuitkan Ferdinand Hutahaean. Pada cuitannya di akun @FerdinandHaean3 menyinggung rangkaian cuitan Amnesty Internasional Indonesia sama sekali tak mengecam tindakan KKB yang melanggar HAM. 

"Dari rangkaian tweet ini, AII sama sekali tdk menyinggung dan sama sekali tdk mengecam kekerasan dan pembunuhan warga sipil yg dilakukan olh KKB," tulis Ferdinand. 

Ia menyesalkan cuitan Amnesty Internasional Indonesia justru menyudutkan polisi yang menindak KKB Papua, sebagai pelanggar HAM dan pembunuhan serta kekerasan pada warga sipil. 

"Yg ada malah lbh menyudutkan Aparat TNI POLRI seolah TNI POLRI hrs menghormati KKB. Gen penghianat tolong dibersihkanlah..!!"

Seperti diketahui aksi terorisme di Papua beberapa kali telah dapat dikatakan sebagai bentuk pelanggaran HAM. Hal tersebut lantaran kelompok teroris juga melakukan penembakan terhadap masyarakat sipil. Sebelumnya teroris Papua telah melakukan penembakan terhadap dua guru di distrik Beoga, penembakan terhadap pengojek, dan seorang pelajar SMA. Atas peristiwa tersebut kelompok teroris juga telah memberi rasa takut di masyarakat.

0 komentar:

Posting Komentar