Rabu, 21 April 2021

Masyarakat Takut Berkebun karena Ancaman Teroris Papua


Keberadaan kelompok teroris yang gencar melakukan ancaman di Kabupaten Puncak, Papua, telah berdampak kekhawatiran dan rasa traumatis yang dialami bagi maysrakat. Kondisi yang dialami tersebut tidak sebatas pada masyarakat pendatang saja, bahkan orang pribumi pun mengaku ketakutan untuk berkebun. (21/4)

Pasalnya Orang Asli Papua (OAP) diketahui sempat menjadi sasaran penembakan kelompok teroris, bahkan seorang pelajar sekolah menengah harus meregang nyawa dengan kondisi jasad yang mengenaskan. Kekacauan di Puncak pun ditanggapi oleh Ketua DPRD Lukius Newegalen yang merasa jika perlunya dilakukan langkah konkrit terkait penanganan kelompok teroris.

“kehadiran mereka sangat berdampak pada situasi keamanan di Puncak, mulai dari guru, ojek, sampai anak sekolah menjadi sasaran. Kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan begitu saja karena masyarakat sudah begitu takut, padahal hanya ke kebun,”

Lukius mengatakan jika situasi masih memaksa masyarakat untuk tidak beraktivitas maka dampak buruk yang semakin besar akan kembali terjadi. Terutama bagi OAP yang banyak menggantungkan hidupnya pada sektor perkebunan dan pertanian.

“Kalau mau ke kebun saja sudah tidak berani, ini akan menjadi persoalan yang lebih buruk. Mayoritas warga masih menggantungkan hidupnya dari hasil kebun. Bisa saja terjadi kelaparan, yang pasti ini akan menimbulkan persoalan baru lagi,”

Atas kondisi yang terjadi di Puncak tersebut, pihaknya juga terpaksa memaklumi keputusan para guru dan tenaga medis yang mengungsi ke labupaten lain lantaran rasa traumatis. Meski sebenarnya masyarakat di Beoga, Puncak, sangat membutuhkan dua bidang pelayanan, yaitu Pendidikan dan kesehatan.

“Saya secara pribadi memaklumi bagaimana kondisi yang dialami oleh guru atau tenaga medis, mereka ketakutan dengan situasi yang terjadi. Meski memang masyarakat ini sangat membutuhkan pelayanan dari dua sektor yang ditinggal,”

Diketahui saat ini kondisi di Beoga, Puncak sudah cukup membaik. Keterlibatan aparat keamanan TNI dan Polri yang dikerahkan dalam waktu singkat sebelumnya sudah berhasil meredam aksi-aksi teror yang mengancam. Bahkan diketahui jika TNI dan Polri akan melakukan pengejaran terhadap kelompok teroris tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar