Minggu, 04 April 2021

Medis di Vanimo (PNG) Lebih Buruk, Aksi Kabur Lukas Enembe Dipertanyakan


Sebelumnya jagad media diramaikan soal aksi penyusupan yang dilakukan oleh seorang Gubernur Papua Lukas Enembe ke Papua Nugini (PNG). Aksi tersebut mendapat sorotan luas dari publik sebab diketahui Lukas melakukan perjalanan ke luar negeri dengan cara ilegal dan tanpa dokumen resmi.

Mencuatnya kabar tentang Lukas Enembe pun ditanggapi oleh Juru Bicara kelompok separatis Papua, Sabby Sambom. Menurutnya alasan berobat yang dilakukan oleh Enembe dirasa tidak realistis. Hal tersebut diungkapkan Sambom lantaran pihaknya merasa paham dengan situasi di PNG.

“Alasan dia untuk datang ke Vanimo (PNG) itu bisa dipertanyakan. Mengapa dia memilih berobat ke Vanimo, padahal tingkat kesehatan disini masih jauh tertinggal dari Jayapura (Papua),”

Patut Sabby mengemukakan demikian sebab kelompok separatis Papua juga memiliki basis di PNG. Diungkapkannya bahwa PNG adalah salah satu kawasan yang aktif digunakan oleh kelompok separatis Papua untuk melakukan berbagai pertemuan untuk menghindari kejaran aparat keamanan dari Negara Indonesia.

“Saya sampaikan seperti itu karena kalau bicara tentang PNG, maka kelompok kami ini sudah sering disini. Sementara PNG menjadi tempat yang cukup aman karena tidak memungkinkan TNI/Polri untuk datang,”

Disinggung terkait kaburnya Lukas Enembe ke PNG, Sambom kembali menuturkan jika pihaknya tidak memiliki hubungan secara langsung dengan Enembe. Justru Sambom menuduh bahwa Enembe adalah sosok oportunis.

“Enembe itu berdiri diatas jabatan politik bagi Papua, tentu maksudnya hanya untuk keuntungan. Beda dengan kami disini. Jadi saya tegaskan kalau kami tidak punya hubungan khusus dengannya,”

Setelah kabar tentang upaya Lukas Enembe berobat ke PNG dipertanyakan, banyak pihak menuding jika Enembe sengaja kabur atas desakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diketahui sedang menitik beratkan kasus penyelewengan dana otonomi khusus (otsus).

0 komentar:

Posting Komentar