Senin, 19 April 2021

Pendeta Sebagai Jaringan Teroris, Jemaat Angkat Suara


Petugas dikabarkan telah menangkap salah seorang pemasok senjata kepada kelompok teroris di Papua. Mirisnya pelaku diketahui juga berprofesi sebagai pendeta di Gereja Advent Kali Bobo, Nabire.

Sebagai jaringan teroris Papua, Paniel Kogoya ditugaskan sebagai pembeli dan pencari senjata. Terkait aksi kelamnya, pelaku pun sebelumnya sudah diendus aparat. Terbukti namanya sudah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) oleh Kepolisian Daerah Papua.

Salah seorang jemaat gereja Advent Kali Bobo, Nabire, yang tidak mau disebutkan identitasnya disinggung terkait keterlibatan Paniel dengan jaringan teroris, dirinya membenarkan aksi-aksi yang terjadi.

“Memang tidak banyak dari kami yang mengetahui kalau pendeta (Paniel Kogoya) punya keterlibatan dengan teroris secara langsung. Sebenarnya Paniel sering melakukan transaksi senjata tempat di sekitaran gereja,”

Atas kabar penangkapan Paniel Kogoya, narasumber diketahui ragu-ragu dan merasakan kemirisan, mengingat Paniel adalah tokoh agama. Namun dirinya juga merasa lega sebab penangkapan pelaku juga akan memberi dampak baik dalam memutus eksistensi kelompok teroris, terutama kasus teror yang masif terjadi di Kabupaten Puncak sebelumnya.

“Sebagai jemaat tentu saja saya merasa miris, tetapi jika melihat koflik secara menyeluruh yang sudah mengakar di Papua, penangkapan kepada Paniel Kogoya patut diapresiasi. Di Puncak kemarin kelompok teroris ini sudah memberi ketakutan dengan membunuh,”

Melalui keterangan Kepolisian, pengungkapan kasus Paniel Kogoya adalah pengembangan dari kasus Didy Chandra dan Fuad Aristyadi yang ditangkap pada Oktober 2020 di Nabire.

Peniel Kogoya juga diketahui pernah menjadi kontraktor proyek pengadaan solarsel penerangan seribu rumah di Intan Jaya.

Dia telah ditetapkan DPO oleh Ditreskrimum sejak 9 Januari 2021. Penetapan tersebut sehubungan dengan keterangan tersangka kepemilikan senjata api ilegal, yakni Didy Chandra (DC) dan Fuad Arisetyadi (FA).

Dari hasil BAP terhadap Didy Candra yang menjadi tersangka jual beli senjata api dan amunisi dan ditangkap pada 21 Oktober 2020 di Nabire, diketahui Peniel Kogoya telah beberapa kali transaksi. Sementara Peniel Kogoya yang diamankan mengakui telah membeli empat pucuk senjata yang diberikan ke kelompok teroris Nduga yang ada di Intan Jaya.

0 komentar:

Posting Komentar