Jumat, 16 April 2021

Socratez ungkap TPNPB dan KNPB sebagai Organisasi “Iblis dan Anti-Krist”


Perjuangan Papua dikenal memiliki banyak ideologi. Berbagai bentuk dan sifat kenegaraan juga menawarkan beragam aliran sesuai dengan kepentingan dan paham dari masing-masing organisasi pengusungnya.

Seperti contoh, NRFPB mendorong pembentukan negara federal, kelompok Melanesia Barat mengangkat bentuk kesatuan, atau kabar yang pernah beredar jika kelompok KNPB condong mengusung paham komunisme.

Atas riuhnya kabar tersebut, Socratez S. Yoman menuding ada muatan lain yang dibawa oleh kelompok-kelompok tersebut. Dalam narasi singkatnya Socratez mengungkit ada misteri lain dari hadirnya TPNPB dan KNPB dalam pergerakan perjuangan Papua.

Socratez menilai ada penyimbolan kejahatan yang diusung dua organisasi sebelumnya. Dirinya menyiratkan jika angka ‘666’ lekat dengan organisasi yang dipimpin oleh Goliath Tabuni dan Agus Kossay tersebut. Socratez pun mengutip wahyu 13:18 terkait penafsirannya tentang Nero Caesar tersebut.

“Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam,”

Selain bilangan 666, Alkitab juga memiliki angka misteri yaitu bilangan "6" Selain dianggap bilangan yang berhubungan dengan Hari dimana diciptakan dan hukum manusia bekerja, juga bilangan "6" merupakan 6 Tahun pelayanan sebelum pembebasan budak, bahkan bilangan 6 juga dianggap sebagai "anti-krist" ketika Raja Nebukadnezar hendak menyamai Allah dengan membuat patung dengan tinggi 60 Hasta dan lebar 6 Hasta.

Socratez kembali menafsirkan hadirnya KNPB dan TPNPB dengan Gematria, dalam penyampaiannya (huruf) KNPB dapat dijabarkan dengan simbol angka K=11, N=14, P=16, dan B=2, yang seluruhnya berjumlah 43. Sedangkan penajabaran TPNPB menjadi 68. Socratez menganggap jika keduanya digabungkan akan mengungkap keterkaitan angka 111.

Atas jumlah tersebut, dikalikan dengan '6' menjadi 666, Socratez menuturkan jika “666” adalah implikasi dari 111 yang memiliki arti “Binatang” atau bahkan “Anti-Krist”. Socratez juga menilik dalam alkitab terkait susunan pertama dalam Perjanjian baru Yohanes (1:11).

Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Ia mendatangi kepunyaan-Nya, tetapi kepunyaan-Nya itu tidak menerima Dia. Maka datanglah Ia kepada milik-Nya sendiri, dan orang yang dimiliki-Nya itu pun tiada menerima Dia.

“Menggambarkan bahwa mereka manusia yang di milki Tuhan, Namun pada saat Didatangi Tuhan sendiri mereka malah menolak dan bahkan Tiada menerima-Dia. Meski jangan terlalu khawatir, selain Yohanes 1:11 masih banyak surat untuk dipilih sesuai bilangan tersebut, bisa juga mendapat ayat yang baik,” tulis Socrates dalam catatan digitalnya.

3 komentar: