Selasa, 20 April 2021

Tokoh Pemuda Jabarkan 3 Kasta Perjuangan Papua


Ramainya isu tentang separatisme dianggap sebagai sebuah ancaman yang mengganggu kehidupan masayarakat di Papua. Salah seorang tokoh pemuda asli Papua, Ali Kabiay menuturkan jika perjuangan Papua didasari dalam 3 elemen kelompok.

Ali menerangkan diantara ketiganya adalah kelompok politik, kelompok kledenstin, dan gerilyawan yang memberontak dengan penggunaan senjata.

“Ada 3 kelompok perjuangan terkait gerakan Papua merdeka, mulai dari kelompok politik didalam maupun yang berada di luar negeri, kemudian kelompok abu-abu yang diisi mayoritas sebagai simpatisan buta, dan kelompok bersenjata,”

Dari 3 kelompok yang diungkapkan oleh Ali tersebut, dirinya mengatakan jika masing-masing diantaranya memiliki fakta-fakta yang tidak banyak diketahui orang. Menurutnya seluruh gerakan tersebut hanya memanfaatkan masyarakat dengan tipu daya untuk kepentingan pribadi.

“Gerakan politik Papua merdeka ini penuh dengan kebohongan yang ditutupi, aktornya selalu menjual nama Papua hanya untuk bertahan hidup. Termasuk yang berada diluar negeri sekalipun. Mereka tidak benar-benar berdiplomasi, mereka juga tidak bisa apa-apa disana, yang dilakukan hanya berbohong dan berfoto dengan bendera Bintang Kejora,”

Dalam klaster kledenstin, menurut Ali Kabiay sektor ini diisi oleh beragam pemeran, sebab jumlahnya yang juga relative lebih banyak ketimbang dua sektor lainnya. Ali menerangkan jika Kladenstin memberikan pengaruh terkait eksistensi gerakan kemerdekaan melalui provokasi dan hasutan yang bersumber dari para elit sebelumnya.

“Yang terakhir adalah kelompok gerilya, kelompok ini statusnya sedang dipantau untuk ditetepkan jadi organisasi teroris. Sektor ini jarang terlihat karena berada di hutan-hutan Papua. Namun dalam aksinya justru yang paling merugikan. Sebab teroris ini menyasar juga kepada warga sipil, mereka melakukan kekerasan bahkan membunuhnya,”

Pada akhir penyampaiannya, Ali mengatakan jika seluruh kelompok dari Gerakan prokemerdekaan tidak pernah memberikan dampak baik bagi kesejahteraan masayarakat di Papua. Bahkan dirinya menegaskan jika kehadiran kelompok separatis tersebut telah menghambat akselerasi dari percepatan pembangunan.

1 komentar:

  1. Bisa dibenarkan dan juga bisa disalahkan.
    Sebab yang dikategorikan kelompok teroris adalah tindakan demi kebenaran fakta, namun yang merugikannya masyarakat bagi pergerakan di sipil kota.

    BalasHapus