Senin, 12 April 2021

Wagub Papua Kecam Aksi di Beoga, Theo Hesegem Dianggap Asal Bicara


Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal mengecam penembakan terhadap guru dan pembakaran fasilitas sekolah di Distrik Beoga, Puncak, yang dilakukan oleh kelompok teroris Papua.

“Biadab, mereka (kelompok teroris) tak pantas dan tak layak melakukan hal seperti ini. Mereka sudah jelas-jelas melakukan tindakan kriminal. Biadab, tak boleh seperti itu,”

Selaku orang nomor dua dalam kedudukan jabatan di Papua, Klemen meminta kepada TNI dan Polri untuk segera menangkap pelaku pembunuhan terhadap guru dan pembakaran sekolah. Yang terjadi.

“Kami mengutuk penembakan guru dan pembakaran sekolah. Kejar mereka. Ini tindakan yang sangat biadab. Kami akan berkoordinasi dengan Polda dan Kodam terkait tindak lanjut untuk menyelesaikan kasus ini. Saya minta tindakan tegas harus dilakukan,”

Dalam penuturan lain, Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri menyebutkan aksi yang dilakukan KKB di Beoga, akan berdampak pada masa depan generasi muda di Papua.

“Bagaimana jika mereka melakukan di tempat lain? Ini akan membuat masa depan penerus Papua suram. Kami harap hal serupa tak lagi terjadi. Tentu dengan segala upaya kami akan menekan kelompok teroris ini,” ujarnya.

Aksi keji yang dilakukan oleh kelompok teroris di Papua bukan pertama kali terjadi, jauh sebelumnya kelompok tersebut terus-menerus melakukan aksi pelanggaran HAM. Atas insiden berulang tersebut, aktivis HAM Papua, Theo Hesegem turut mendesak berbagai pihak untuk segera menuntaskan kasus tersebut.

“Kami mengecam aksi brutal yang dilakukan oleh kelompok teroris, apa untungnya membunuh guru? Segera dorong tim investigasi untuk hal ini,”

Namun pernyataan Theo tersebut lntas dipertanyakan dan tak lewat dari dari cemoohan oleh berbagai pengamat di Papua. Salah satunya adalah Franz Korwa sebagai tokoh senior di Papua. Pernyataan Theo dianggap tidak mendasar dan hanya akan membuang-buang waktu.

“Kalimat yang keluar dari mulut Theo ini cuma bualan yang tidak akan mempengaruhi, omong kosong saja itu. Saya yakin jika dia tidak akan melakukannya dengan pasti. Justru apa yang dikatakan itu semakin memperlihatkan kalau Theo adalah bagian dari teroris. Dia hanya berlindung dibalik nama pembela HAM,”

Franz menuturkan jika aksi pelanggaran HAM sudah jelas dilakukan oleh kelompok teroris, sehingga upaya Theo untuk membentuk tim investigasi dianggap aksi percuma.

“Semua juga sudah tahu kalau aksi kemarin dilakukan kelompok teroris, lalu untuk apa dilakukan investigasi? Theo ini tidak paham atau hanya sedang berkelik? Tokoh seperti dia ini sangat percuma,”

0 komentar:

Posting Komentar