Minggu, 23 Mei 2021

Jadi Sarang KNPB, Rusunawa Uncen Memang Harus Dinormalisasi


Universitas Cenderawasih (Uncen) yang sebelumnya melakukan pengosongan asrama rusunawa telah membentuk tim pendataan dan penertiban atas asset milik lebaga pendidikannya tersebut. Dalam hasil pendataan yang dilakukan tim mendapati hasil yang mencenganngkan.

Dilaporkan oleh Rektor Uncen Apolo Safanpo bahwa fasilitas pendidikan tersebut justru hanya dimanfaatkan sebanyak 25 persen oleh mahasiswanya, sedangkan 75 persen dimanfaatkan oleh warga sipil yang tidak terdaftar sebagai bagian dari Uncen.

“Jadi kami juga baru tahu jika dari seluruh total penghuni asrama mahasiswa dan rusun 75 persennya bukan mahasiswa. Yang berstatus mahasiswa hanya berkisar 25 persen, sisanya orang luar,”

Meski telah melakukan prosedur yang benar, Apolo mangaku mendapat banyak tentangan dari kelompok yang tidak terima atas pengosongan yang dilakukannya tersebut.

“Memang banyak yang tidak terima dengan pengosongan yang dilakukan, tapi saya tegaskan jika itu adalah asset milik Uncen, maka kami bertanggung jawab sepenuhnya atas pengelolaannya. Namun yang terpenting, apa hak mereka sedangkan mereka bukanlah bagian dari keluarga Uncen”

Apolo mengaku jika upaya penertiban bukan dilakukan tanpa pemberitahuan lebih dulu. Bahkan Apolo menyampaikan jika hal tersebut sudah disampaikan sejak tahun 2018 dan dilakukan bertahap. Terkait hal tersebut, salah seorang mahasiswa Uncen bernama Johan Mabel mengapresiasi upaya petinggi Uncen dalam menertibkan asrama tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi dalam penertibannya ini, karena saya melihat kehidupan di asrama ini banyak kepentingan kelompok maupun individu diluar kepentingan pendidikan,”

Johan yang berasal dari Wamena dan baru menjadi mahasiswa Uncen 2 tahun silam tersebut mengaku cukup terbantukan dengan wacana Uncen untuk menormalisasi penggunaan asrama.

“Saya sudah dua tahun ini di Jayapura, tidak ada saudara. Jadi untuk mencari tempat tinggal saja itu sudah jadi hambatan saya untuk belajar. Kalau memang asraman mau digunakan seperti peruntukannya, maka saya sangat setuju,”

Selain itu fakta lain di lingkungan asmara ternyata juga kerap digunakan oleh kelompok yang menggunakan area kampus sebagai tempat mabuk – mabukan, tempat transaksi narkoba hingga regenerasi organisasi separatis (KNPB).

0 komentar:

Posting Komentar