Selasa, 11 Mei 2021

Ketua OPM Disikat Pendiri OPM, Jeffrey Bomanak Dianggap Gagal Paham


Penangkapan terhadap Jubir Internasional KNPB Victor Yeimo masih menjadi perbincangan hangat, terkait dengan hal itu Jeffrey Bomanak yang mengklaim dirinya sebagai Ketua Organisasi Papua Merdeka (OPM) angkat suara dan mendesak Polisi untuk membebaskan Victor tanpa syarat.

Namun pernyataan Jeffrey Bomanak sontak ditepis oleh tokoh senior Papua yang juga sebagai pendiri OPM dimasa lalu, Nicholas Simion Messet. Dalam keterangannya Messet tidak sependapat dengan Jeffrey yang sebelumnya sempat melontarkan empat pernyataan sikap terkait kasus yang dialami Victor Yeimo. (11/5)

“Adik (Jeffrey Bomanak) ini saya rasa dia tidak memahami konteks dari kasus yang terjadi. Otomatis empat pernyataan sikapnya itu tidak tepat,”

Messet mengatakan jika kasus yang dialami oleh Victor Yeimo berkaitan dengan rasisme yang berujung pada aksi kerusuhan.

“Victor ini kan otak kerusuhan, waktu kejadian juga dia ada ditengah-tengah masyarakat yang melakukan aksi,”

Meski dalam pernyataannya Messet sepakat jika aksi turun jalan yang dilakukan oleh ribuan orang Papua sebagai bentuk reaksi dan kemarahan atas perilaku rasisme, namun dirinya membantah jika upaya pengrusakan, pembakaran, bahkan pembunuhan seolah dibenarkan.

“Kalau dibilang marah ya semua kita marah, dan aksi turun jalan juga sebagai ekspresi diri itu benar. Tapi yang saya juga sangat marah itu dampak yang ditimbulkan saat itu. Kita lihat bagaimana Gedung-gedung dibakar, dirusak, sampai orang juga ada yang dibunuh,”

Atas pernyataan Jeffrey Bomanak tersebut, Messet menegaskan kepada seluruh simpatisan kelompok teroris Papua untuk tidak lagi menggiring opini terkait rasisme.

“Jangan setiap orang Papua yang ditangkap itu kita bilang rasis. Saya tegaskan kalau negara ini adalah negara hukum, jadi mau itu orang papua kah, mau dia bukan kah, kalau salah ya tetap harus dihukum,”

Dibalik riuhnya narasi negatif yang dibangun oleh kelompok separatis, Messet juga menjabarkan ungkapan atas apresiasi terhadap orang Papua yang berhasil membawa pengaruh baik terhadap bangsa.

“Orang Papua juga tidak selalu dinilai bersalah, kita punya orang-orang tua yang berhasil membangun Papua ini menjadi daerah yang maju, itu juga banyak diapresiasi. Jadi tidak ada istilah membedakan orang dengan isu rasis, itu semua tidak benar,”

0 komentar:

Posting Komentar