Minggu, 16 Mei 2021

Lekagak Telenggen Todong Senjata ke Warga Sipil Agar Tinggalkan Kampung


Lekagak telenggen ungkap tidak ada masyarakat yang dilibatkan dalam konflik di Kabupaten Puncak. Dirinya mengaku telah meminta kepada masyarakat untuk segera meninggalkan kampung-kampung jika tidak mau menjadi sasaran salah tembak. (17/5)

“Ya, saya minta kepada masyarakat, mau dia orang Papua atau pendatang, pergi dari puncak sekarang juga kalau tidak mau jadi korban salah tembak,”

Lekagak menuturkan jika peristiwa penembakan yang menewaskan guru, pengojek, dan pelajar sekolah sebelumnya agar dapat menjadi pelajaran sehingga tidak terulang.

“Penembakan itu memang terjadi karena kami mengira mereka mata-mata. Mereka yang jadi korban memang tidak bisa disalahkan, tapi kami juga menolak dijadikan pelaku kejahatan, ini adalah resiko perang,”

Terkait informasi dari Lekagak, redaksi menghimpun kabar terkait gelombang pengungsian warga dari Puncak yang telah tiba di Kabupaten Nabire dan Timika. Meski demikian narasumber menolak jika identitasnya dipublikasikan.

Dalam keterangan yang disampaikan, narasumber mengaku sempat mendapat ancaman oleh kelompok Lekagak yang masuk ke area perkampungan. Dirinya menyaksikan jika tekanan yang dilakukan bahka menggunakan ancaman senjata.

“Kami sempat diancam memang oleh kelompok Lekagak untuk segera meninggalkan kampung, kejadian itu juga mereka menodongkan senjata. Itu yang pertama kali sampai akhirnya ditemui Bupati untuk dicarikan jalan tengah,”

Narasumber yang berasal dari Kampung Kimak tersebut mengaku jika pihaknya cukup dirugikan atas konflik yang terjadi di Puncak. Sebab saat ini dirinya harus mencari pekerjaan lain untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama keluarganya.

“Dulu disana kami nyaman saja, kami sibuk berkebun dan berternak karena kami punya lahan sendiri ada. Tapi sekarang tidak tahu harus bagaimana, kami semua kebingungan karena keluarga juga butuh makan,”

0 komentar:

Posting Komentar