Sabtu, 15 Mei 2021

Pengamat Terorisme dan Intelijen Ungkap Tantangan Selesaikan Konflik di Tanah Papua


Pengamat terorisme dan intelijen Stanislaus Riyanta menilai proses penanganan kelompok teroris Papua perlu dilakukan dengan penuh pertimbangan yang matang. Hal tersebut dinilai olehnya sebab beberapa peristiwa lalu kelompok teroris selalu menjadikan masyarakat sebagai tameng. (16/5)

“Banyak peristiwa lalu yang dilakukan oleh kelompok ini sehingga masyarakat menjadi satu pihak yang sangat dirugikan, bahkan tidak jarang mereka menjadikan masayarakat sebagai tameng,”

Atas dasar tersebut, Riyanta meminta kepada aparat di Papua untuk bisa memperhatikan aspek lain diluar pendekatan keamanan.

“Labih kompleks dari sekadar melakukan operasi penegakan hukum terhadap kelompok teroris, masayarakat asli disana juga perlu disentuh. Aparat harus bisa mengambil hati orang Papua,”

Sebab Riyanta menilai bahwa aksi kekerasan tidak akan selesai dengan kekerasan. Ia mengatakan perlu adanya pendekatan yang lebih humanis untuk menyelesaikan konflik dengan kelompok teroris di Papua yang telah mengakar bahkan hingga muncul simpatisan dari kelas masayarakat sipil.

"Kekerasan tidak akan selesai dengan kekerasan. Sebaiknya negara terhadap masyarakat tetap menggunakan cara-cara dialog, pendekatan kemanusiaan, dan pendekatan lunak lainnya seperti ekonomi, pendidikan dan budaya,"

Diketahui konflik Papua sudah lama terjadi, jika dirunut sejarah maka pergolakan tersebut dimulai dari periode tahun 1960-an. Menurut tokoh pemuda Papua, Ali Kabiay mengatakan jika upaya pemerintah untuk membangun Papua sudah sangat tepat meski belum optimal dirasakan. 

Berbagai pendekatan dan rekonsiliasi konflik yang telah dilakukan pemerintah melalui kebijakan seperti otonomi khusus dengan pandangan kesejahteraan, atau pembangunan infrastruktur untuk menunjang rakyat menjadi pro-aktif sekalipun belum mampu meredam bara api yang terjadi.

“Memang kelompok teroris menjadi faktor utama penghambat kesejahteraan di Papua. Mereka melakukan doktrinisasi kepada setiap orang Papua. Namun disisi lain bagaimana bisa kebijakan pro-rakyat tidak menjadikan Papua menjadi lebih baik? Ada kelompok elit yang patut dipertanyakan untuk mempertanggung jawabkannya,”

0 komentar:

Posting Komentar