Selasa, 18 Mei 2021

Teroris Papua Terdesak, Simpatisan Dorong Propaganda Hoax


Aksi terorisme di Papua diketahui tidak hanya seputar konfrontasi senjata, melainkan munculnya segmentasi dari kalangan elit politik yang mendorong kepentingan gerakan separatis di Tanah Papua.

Pengamat Papua, Franz Korwa menyampaikan jika aksi politik terpaksa dilakukan mengingat eksistensi gerakan bersenjata telah kewalahan dan terdesak upaya penegakan hukum oleh aparat keamanan TNI Polri.

“Mereka ini sekarang tidak punya kekuatan apa-apa, makanya mulai sibuk melakukan propaganda untuk mencari dukungan, terlebih dukungan dari komunitas eksternal,”

Propaganda yang dilakukan oleh kelompok politk, menurut Korwa semakin disayangkan sebab memantik ramainya persebaran berita hoaks yang dilakukan secara sengaja.

“Dampak lain dari meningkatnya propaganda yang dilakukan oleh kelompok politik ini juga sejalan dengan meluasnya berbanagai konte hoaks. Mereka melakukannya bahkan dengan kesengajaan, mereka menghalalkan segala cara,”

Korwa menambahkan pihaknya akan menekan kepada otoritas terkait untuk mengantisipasi hal tersebut. Upaya yang dilakukan Korwa disampaikan semata-mata mengingat kabar bohong telah meluluh-lantahkan Papua terkait peristiwa tahun 2019 lalu.

“Ya, kami akan tekan Polisi, Kominfo, atau kalau perlu kepada komunitas jurnalistik. Jangan lagi membuat keributan di Papua, peristiwa tahun 2019 masih hangat dipikiran kita semua,”

0 komentar:

Posting Komentar