Senin, 14 Juni 2021

Dijadikan Tameng, Rakyat Papua Adalah Korban Kebiadaban Teroris


Pengamat Intelijen dan Terorisme Stanislaus Riyanta menilai, orang asli Papua terus menjadi korban atas kekejaman dari kelompok teroris di tanah Cenderawasih. (15/6)

Dia mengatakan jika propaganda kelompok teroris juga sebagai pemantik yang justru mengorbankan orang Papua sendiri.

“Setiap ada kabar yang beredar tentang teroris di Papua, kelompok ini selalu menjadikan rakyat sebagai tameng. Mereka membenturkan kabar untuk memancing amarah sehingga terjadi penolakan demi penolakan,”

Dia meyakini, tindakan mereka semakin tidak peduli akan nasib saudara sedarahnya sendiri demi ambisi pribadi.

"Cara-cara dan gerakan mereka sudah sesuai dengan definisi terorisme dalam UU No 5 Tahun 2018. Aksi ini juga dapat dinilai bahwa mereka semakin tertekan sehingga meningkatkan intensitas aksinya,"

Stanislaus mendorong, agar sinergi aparat keamanan dengan masyarakat bisa semakin diperkuat. Mengingat aksi kekejaman kelompok teroris di Papua dapat mengancam kapan saja.

"Aparat keamanan harus hadir untuk melindungi masyarakat, dan masyarakat harus percaya penuh kepada aparat keamanan,"

Stanislaus megingat, insiden penembakan kepala kampung Patianus Kogoya, juga tentang kisah tragis yang dialami pelajar asli Papua bernama Ali Mom yang menjadi korban Kebiadaban teroris di Papua.

0 komentar:

Posting Komentar