Jumat, 25 Juni 2021

Kesaksian Pekerja atas Penyerangan Teroris di Yahukimo, “Warga DIsandera, 4 Orang Ditembak”


Pekerja pembangunan jembatan di Kabupaten Yahukimo, Papua, menjadi korban dari penyerangan kelompok teroris Papua pada 24 Juni 2021. Beruntung para pekerja berhasil selamat dari maut saat mendadak dipalang komplotan teroris. 

Saiful, dalam kesaksiannya mengatakan jika peristiwa penyerangan terjadi begitu cepat. Sebab sebelum teror tersebut terjadi, dirinya sudah sempat ‘pulang-pergi’ beberapa kali melintasi tempat kejadian. (26/6)

“Untuk hari itu saja, sudah sempat saya lewati beberapa kali. Saya kan harus bolak-balik ambil material untuk pembangunan jembatan,”

Saiful lantas menceritakan upayanya untuk menghindar dari kelompok teroris yang dikatakannya berjumlah sebanyak 30 orang. Dirinya mengaku jika sempat menjadi sasaran tembak ketika truk yang dikendarainya berhasil kabur untuk melaju meninggalkan kelompok teroris.

“Ada suara teriakan dari mereka untuk memeriksa saya dan teman-teman, tapi saya bisa kabur lebih dulu. Setelah itu ada tembakan, kaca depan yang kena,”

Pasca peristiwa tersebut Saiful mengamankan diri menuju camp PT Seremony di Kampung Pingky. Dirinya berpikir jika ditempat tersebut akan lebih aman karena ada banyak karyawan dan masyarakat asli Papua yang tinggal. Namun, kebiadaban kelompok teroris berlanjut ketika mereka tetap mengejar Saiful dan masuk ke Kampung Pingky.

“Saya sempat kaget ketika mendengar kelompok teroris itu ternyata datang ke kampung ini (Pingky). Kami semua yang ada sudah sangat ketakutan karena beberapa kali terdengar suara tembakan,”

Di Kampung Pingky diketahui jika kelompok teroris justru membabi buta dengan melakukan penembakan terhadap empat orang, satu di antaranya adalah warga setempat, yang merupakan kepala suku Kampung Pingky. Bahkan kelompok tersebut sempat melakuka penyanderaan kepada warga.

Atas kesaksian Saiful dan dari rentetan aksi penyerangan yang terjadi, sudah sah rasanya kelompok tersebut dicap sebagai teroris karena telah melakukan aksi keji yang melanggar HAM. Disaat upaya pembangunan demi kesejahteraan rakyat di Papua telah diganggu, negara harus melakukan upaya tegas untuk menghentikan aksi biadab dari kelompok teroris yang sudah sangat merugikan.

0 komentar:

Posting Komentar