Sabtu, 12 Juni 2021

Lagu Lama. Teroris Kehabisan Bensin, Waktunya Tunggu Dana Desa


Kabar terdesaknya kelompok teroris atas upaya penegakan hukum aparat gabungan TNI Polri disejumlah wilayah di Papua diketahui membawa dampak lain bagi roda kehidupan masyarakat Papua secara umum.

Ali Kabiay sebagai tokoh pemuda asal Papua dalam keterangannya mengungkapkan jika ada ancaman lain setelah kelompok teroris mundur dari pengejaran aparat. Hal tersebut diungkapkan Ali saat menyinggung momen pencairan dana desa sebagai salah satu kebijakan pemerintah.

“Saya soroti jika kelompok teroris yang lari dari kejaran aparat ini bisa berdampak lain. Utamanya pencairan dana desa,”

Dalam keterangannya, Ali menegaskan jika dana desa harus bisa dioptimalkan untuk tujuan membangun Papua. Dalam penyampaiannya, Ali cukup merasa risau dengan kabar terkait perampokan anggaran yang kerap dilakukan oleh kelompok teroris.

“Bukan menjadi rahasia lagi, setiap kali dana desa mau didistribusikan maka kelompok teroris juga ikut campur tangan disana. Mereka sengaja datang untuk minta jatah, padahal mereka ini kan kelompok anti pemerintah,”

Ali menambahkan jika kelompok teroris bahkan kerap melakukan cara-cara kekerasa berupa ancaman kepada aparat kampung demi mendapatkan bagian dari dana desa sebelumnya.

“Banyak peristiwa sebelumnya yang telah terjadi, kelompok teroris ini datang ke Kepala Desa dengan menodongkan senjata. Kalau sudah seperti itu situasinya, tentu sangat meresahkan,”

Sebagai salah satu implementasi otonomi khusus (otsus), kegunaan dana desa menurut Ali Kabiay akan sangat membantu dalam menunjang berbagai keperluan warga Papua, terutama di wilayah pegunungan yang aksesnya masih sangat terbatas.

“Sedikit demi sedikit Papua ini harus tetap dibangun. Terkait dana desa itu juga demi kesejahteraan tentunya. Maka harus dimanfaatkan sebagaimana mestinya,”

0 komentar:

Posting Komentar