Rabu, 23 Juni 2021

Lenis Kogoya Singgung MRP Salahi Prosedur Pengambilan Keputusan


Keputusan Majelis Rakyat Papua (MRP) dalam mengajukan gugatan sengketa kewenangan lembaga negara atas pembahasan kebijakan otonomi khusus (Otsus) bagi Papua dan Papua Barat dianggap keliru dan minim penerapan prosedur sesuai dengan aturan.

Tokoh senior Papua, Lenis Kogoya dalam penuturannya meragukan jika aksi sepihak yang dilakukan oleh MRP dan MRPB tidak mengakomodir aspirasi masyarakat, padahal Lenis menganggap fungsi MRP (dan MRPB) salah satunya untuk menghimpun aspirasi rakyat di Papua.

“Tentang gugatan yang dilakukan itu, apakah berdasarkan aspirasi orang Papua atau hanya karena kepentingan kelompok saja? Karena setahu saya, MRP ini tidak pernah melakukan pembahasan yang melibatkan para tokoh, kelompok kelembagaan adat, ataupun elemen yang berkaitan dengan Papua,”

Atas carut marutnya MRP, Lenis menganggap jika sengketa kewenangan yang diajukan telah cacat prosedur. Dalam penyampaiannya Lenis juga menyaayangkan jika aksi tersebut hanya didasari pada urusan kelompok tertentu.

“Ada banyak kepentingan disana, dan yang sangat disayangkan jika keputusan yang keluar bukan berasal dari hasil forum MRP itu sendiri,”

Sebagai tokoh adat, Lenis juga meyakinkan akan mengecek tujuh wilayah adat di Papua terkait dengan klaim dan sengketa kewenangan yang diajukan MRP.

“Setiap roses tentu ada prosedurnya, dan keputusan yang diambil juga harus menghimpun suara rakyat di Papua yang direpresentasikan dari tujuh wilayah adat. Kalau tidak dijakanlan maka tindakan MRP telah melanggar undang-undang,”

Otsus adalah semangat untuk membangun Papua secara umum, oleh karena itu Lenis menegaskan jika MRP harus mampu menjaga harapan tersebut dengan tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan dan hanya menjalankan tugasnya atas kepentingan pribadi dan kelompok tertentu.

0 komentar:

Posting Komentar