Kamis, 24 Juni 2021

Penembakan Pekerja di Yahukimo Dianggap Mencoreng Permalukan ULMWP

 



Jelang dilaksanakannya forum negara-negara melanesia di kawasan Pasifik, Melanesia Spearhead Group (MSG), kelompok teroris Organisasi Papua Merdeka (OPM) membuat ulah dengan melakukan penyerangan terhadap warga sipil di Kabupaten Yahukimo, Papua.

Peristiwa yang menjadikan 5 orang warga sipil menjadi korban tersebut dianggap ULMWP sebagai upaya provokasi merugikan. Sebab ULMWP sebagai salah satu peserta forum akan menanggung pertanyaan terkait peristiwa keji tersebut.

Panglima West Papua Army (WPA) Mathias Wenda dalam dukungannya kepada ULMWP dalam forum MSG pun mengungkapkan kemarahannya atas tindakan kelompok OPM yang dianggap tidak dalam pemikiran yang matang.

“Saya baru saja kumpulkan orang, kami WPA mendukung ULMWP diforum MSG. Tapi saya juga dengar kabar ada penembakan yang dilakukan OPM di Yahukimo. Apakah maksudnya? Mereka tidak suka dengan lobby internasional yang kami lakukan?”

Wenda menuding aksi biadab tersebut sebagai upaya provokasi yang merugikan. Sebab sebelumnya Ketua OPM Jeffrey Bomanak secara terang-terangan menentang upaya ULMWP dalam forum MSG. Jeffrey menganggap jika perjuangan Papua tidak boleh bergantung dengan MSG.

“Saya yakin ini adalah provokasi yang dilakukan Bomanak dan orang-orangnya, mereka sengaja membuat kekacauan dan ingin menghancurkan ULMWP. Mereka ini kelompok yang tidak mau jika ULMWP ambil alih perjuangan,”

Mathias Weneda menganggap jika aksi yang dilakuakn kelompok OPM telah menjatuhkan nama baik ULMWP yang berjuang atas nama hak asasi manusia (HAM).

“Kami coba lakukan pergerakan dengan dasar dukungan HAM, tapi kelompok OPM yang tidak tahu perjuangan itu malah membunuh dan melanggar HAM. Ini sangat mempermalukan kami di dunia internasional”

Diketahui sebelumnya pada tanggal 24 juni 2021 (kemarin) kelompok teroris telah melakukan penyerangan kepada 5 pekerja pembangunan jembatan di Kabupaten Yahukimo. Dari 5 korban tercatat, diketahui satu diantaranya adalah seorang kepala suku.

0 komentar:

Posting Komentar