Minggu, 13 Juni 2021

Teroris Papua telah Menghambat Kemajuan, Pemberantasan Harus Dilakukan


Desakan pemerintah untuk segera menuntaskan permasalahan yang melibatkan aksi terorisme di Papua telah mendapat dukungan dari internal warga Papua. (14/6)

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Moses Waker sebagai salah seorang mahasiswa Papua asal Kabupaten Jayawijaya yang sedang menempuh pendidikannya di Kota Solo, Jawa Tengah.

“Kelompok teroris harus segera dihukum berat karena telah mengganggu ketertiban masyarakat,”

Waker dalam penuturannya juga mengatakan jika dampak dari eksistensi teroris di Papua telah menghambat pembangunan yang sedang digalakkan untuk mendorong kesejahteraan orang Papua.

“Selain itu, dampak terbesarnya adalah pembangunan yang terhambat. Ini sangat merugikan karena yang dibutuhkan Papua saat ini lebih pada ketersediaannya akses dan fasilitas,”

Waker seolah menanyakan tentang kelangsungan Papua jika teror masih terus terjadi. Oleh sebab itu pihaknya mendorong upaya pemerintah untuk segera memberantas jaringan teroris hingga tuntas.

“Kalau begini terus Papua akan semakin tertinggal dari daerah lainnya, maka saya minta kepada pemerintah untuk segera menyelesaikannya. Harus dihabiskan sampai akar-akarnya,”

Tercatat dalam satu bulan terakhir, setidaknya sudah 15 orang jaringan teroris dapat dilumpuhkan aparat keamanan, yang mana empat di antaranya meninggal dunia.

Sebelumnya, Satgas Nemangkawi juga telah menangkap satu anggota kelompok teroris di Timika, Mairon Tabuni. Mairon ditangkap aparat pada 10 Juni 2021 (malam) saat melakukan perjalanan ke Kota Timika dari Tembagapura dengan memanfaatkan rombongan bus.

0 komentar:

Posting Komentar