Rabu, 28 Juli 2021

Penanganan Pandemi Covid-19 di Papua Terhambat Propaganda KKB


Pemerintah derah kini meminta bantuan pusat untuk mengatasi permasalahan-permasalahan sentral yang terjadi di Papua. Hal tersebut diupayakan untuk mengembalikan kondisi yang terlanjur timpang karena pengaruh pandemi Covid-19 dan eksistensi kelompok kriminal bersenjata (KKB). (29/7)

KKB sebagai organisasi separatis dianggap sebagai faktor utama yang menghambat penanganan berbagai permasalahan bagi Papua. Sebab dikatakan jika setiap bantuan datang dari pemerintah pusat atau daerah untuk masyarakat, selalu dijarah oleh kelompok tersebut.

“Jadi kini pemerintah daerah dipusingkan oleh dua masalah besar di Papua. Pertama, masalah yang bersinggungan dengan KKB. Dan yang kedua, munculnya pandemi Covid-19,” ujar Franz Korwa sebagai tokoh senior Papua.

Mirisnya, jagad maya masih selalu digemparkan dengan banyaknya propaganda oleh KKB. Seolah keberadaan KKB tersebut sedang membela kepantingan rakyat. Padahal faktanya mereka justru sedang memperburuk kondisi dimasyarakat.

Pihaknya juga menerangkan jika ada kepentingan lain yang dibawa oleh KKB terkait upaya menghambat penuntasan pandemi. Hal tersebut diungkapkan sebab tokoh-tokoh kelompok separatis tersebut mencoba mempengaruhi masyarakat umum untuk melakukan penolakan vaksinasi.

“Beberapa kali tercatat, KKB mulai menghambat upaya vaksinasi bagi masyarakat di Papua. Mereka sengaja menyebarkan berita yang tidak benar sehingga membuat ketakutan. Padahal semangat mengakhiri pandemi ini harus dimulai dari masyarakat,”

Padahal Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan mencatat sejauh ini sudah ada 966 kasus mutasi virus SARS-CoV-2 yang digolongkan sebagai 'Variant of Concern (VoC)' di Indonesia. VoC merupakan varian yang diwaspadai oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), mereka yakni B117 Alfa, B1351 Beta, dan B1617.2 Delta.

Dari ketiga VoC itu, varian Delta paling diwaspadai lantaran dinilai memiliki tingkat penularan yang tinggi dan agresif. Kemenkes bahkan menyebut, kecepatan penularan varian Delta 6 kali dari varian Alfa, sehingga mampu menciptakan penularan yang eksponensial.

0 komentar:

Posting Komentar