Senin, 02 Agustus 2021

Kejati Papua Terima Uang Otsus yang Disalahgunakan, 9 Orang Diperiksa

 


Program Otonomi Khusus (otsus) dalam awal perencanaannya dimaksudkan sebagai bentuk percepatan untuk membangun Papua. Sebab melalui otsus Papua telah diberikan hak untuk mengatur wilayahnya sesuai dengan pendekatan adat dan budaya asli.

Namun program pro rakyat tersebut dianggap terlalu manis, sehingga tidak jarang ada oknum yang tergiur untuk bermain peran atasnya. Otsus justru lekat dengan penyalahgunaan kebijakan yang dilakukan oleh para pemimpin di Papua itu sendiri. Otsus yang semestinya dimaksudkan untuk mengangkat martabat orang Papua justru dipandang sebagai cara memperkaya diri.

Terkait dengan hal tersebut, Kejaksaan Tinggi Papua dikabarkan telah berhasil menyelamatkan kerugian negara dalam kasus penyalahgunaan dana otsus yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Papua. (2/8)

Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Nicolaus Kondomo dalam keterangannya menyebutkan jika penyelamatan kerugian negara itu merupakan hasil dari pengembalian kerugian dari Dinas Pendidikan Provinsi Papua.

"Uang tersebut merupakan pengembalian dari Dinas Pendidikan terkait penggunaan anggaran dari kegiatan Supervisi dan PBM Sekolah, Evaluasi kinerja dan kegiatan perlombaan siswa,"

Kajati mengatakan jika uang yang berhasil diselamatkan sebesar Rp.3.566.994.700, dan akan terus dikembangkan. Pihaknya juga menyampaikan telah melakukan penyelidikan terhadap 9 orang sebagai saksi untuk dimintai keterangan. Diketahui dari 9 saksi tersebut, salah satu diantaranya adalah Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua.

Menurut Kondomo motif dalam kasus ini diperuntukan tidak sesuai dengan DPA, bahkan uang yang dicairkan tidak sesuai dengan prosedur yang semestinya.

0 komentar:

Posting Komentar