Selasa, 31 Agustus 2021

Kepada Viktor Yeimo, Hukum itu Mutlak dan Tidak Bisa Dibeli


Polemik proses peradilan terdakwa Viktor F. Yeimo terkait kasus demo anarkis yang berujung kerusuhan di Papua pada tahun 2019 dikritisi oleh sejumlah tokoh Papua, kasus penyelesaian proses hukum terhadap Viktor dianggap terlalu berbelit-belit.

Agustinus R sebagai tokoh senior di Papua dalam keterangannya menyebut jika Viktor Yeimo dan Emanuel Gobay harus bisa menerima kebenaran dan kenyataan.

“Berbelit-belit sekali kasus ini. Viktor ‘kan’ statusnya WNI, artinya dia sah sebagai warga negara. Maka sudah sepatutnya sebagai warga negara harus tunduk juga pada aturan dan hukum yang berlaku di negara ini,”

Agustinus menyebutkan jika ada upaya Viktor dan tim kuasa hukumnya untuk mencari celah dalam aksi melawan aturan negara. Meski kondisi Viktor yang dianggap sedang sakit telah dijamin undang-undang, Agustinus yang tak sepaham menganggap Viktor telah mencederai proses hukum.

“Hukum kita punya mekanisme untuk tetap menjaga hak-hak semua pihak, termasuk bagi Viktor Yeimo. Hanya saja saya tidak setuju jika kelonggaran itu justru dimanfaatkan oleh pelaku kerusuhan untuk mencari celah dan kabur dari proses hukum,”

Agustinus menyeru jika penangkapan terhadap Viktor Yeimo sudah benar dilakukan. Bahkan dirinya menjabarkan jika sesuai hukum undang-undang, Viktor bisa ditangkap oleh siapapun tanpa harus melibatkan aparat keamanan, hak tersebut diungkapkan atas dasar status Viktor sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang).

Agustinus juga mengkritisi keterlibatan tim kuasa hukum yang dianggapnya telah melenceng dari tugasnya. Menurutnya fungsi kuasa hukum dimaksudkan untuk mempermudah penyelesaian perkara seefektif mungkin.

“Sebagai tim kuasa hukum, mereka tidak bisa mencampuri urusan benar atau salah, mereka hadir hanya sebatas membela hak-hak hukum, dalam hal ini Viktor Yeimo. Kemudian yang sekarang terjadi adalah mereka membela sisi kesalahan untuk nantinya agar bisa dimaklumi atau bahkan dibenarkan. Ini ‘kan’ tidak tepat,”

Kembali ditegaskannya jika peradilan terhadap Viktor Yeimo adalah terkait dengan Viktor dalam kerusuhan Papua. Hal tersebut dikatakannya mutlak sebagai sebuah kesalahan dan pelanggaran terhadap hukum.

“Kerucutkan permasalahan ini pada kasus kerusuhan, itu saja. Maka saya katakan aksi Viktor saat itu mutlak bersalah. Setiap orang punya hak yang sama di hadapan hukum, makanya hukum tidak bisa dilawan, apalagi dibeli,”

0 komentar:

Posting Komentar