Selasa, 10 Agustus 2021

Kerusuhan Tahun 2019 Tinggalkan Trauma, Mobilisasi Massa Ditolak Keras


Kabar tentang mobilisasi massa telah membangkitkan rasa takut bagi masyarakat di Papua. Terlebih aksi tersebut diketahui bersinggungan dengan situasi politik yang sedang hangat dibicarakan.

Ali Kabiay dalam keterangannya mengungkapkan jika peristiwa kerusuhan yang dimotori kelompok separatis pada tahun 2019 telah mencatatkan satu sejarah kelam bagi Papua.

"Aksi tahun 2019 itu aktornya dari kelompok separatis Papua. Makanya tidak heran mereka menganggap aksi bakar-bakaran, penyerangan, itu sebagai tindakan yang wajar. Hal itu sangat disayangkan karena sudah menjadi satu catatan buruk di Papua,"

Kabiay menambahkan jika rasa takut masih menghantui masyarakat di Papua terkait dengan kerusuhan yang terjadi sebelumnya.

"Padahal kita tahu bersama kalau kekhawatiran yang disebabkan rasa traumatis bagi rakyat jayapura masih ada sampai sekarang. Mereka ketakutan, ingatan tentang kerusuhan itu masih membekas,"

Ali menegaskan jika aksi serupa terkait mobilisasi massa yang dilakukan oleh kelompok separatis harus diantisipasi sedini mungkin oleh aparat keamanan untuk menghindari peristiwa kerusuhan yang terulang kembali.

"Aparat keamanan tentu harus bertindak cepat untuk mengantisipasi hal tersebut. Apalagi ini sudah jelas aktornya lagi-lagi dari mereka (kelompok separatis). Jangan kasih celah sedikitpun, aksi melawan negara harus ditindak tegas,"

0 komentar:

Posting Komentar