Senin, 09 Agustus 2021

Mobilisasi Massa oleh KNPB dan Mahasiswa Ditentang ULMWP


Isu mobilisasi massa yang akan dilakukan oleh kelompok KNPB mendapat penolakan dari Biro Politik ULMWP. Sebab aksi tersebut dianggap akan menghambat pergerakan politik yang diusung ULMWP.

Berkaca pada peristiwa pada tahun 2019, Bazooka Logo dalam keterangannya mengungkapkan jika mobilisasi massa yang berujung kerusuhan telah mendesak ULMWP untuk vakum dalam aksi dan pergerakan.

"Mobilisasi massa tidak perlu dilakukan, tidak ada hal mendesak untuk sekarang. Kalau memang sampai terjadi, secara tidak langsung itu akan menghancurkan rencana dari ULMWP nantinya,"

Logo menambahkan jika peristiwa kerusuhan pada tahun 2019 sebelumnya yang berujung pada aksi penangkapan secara strategis telah dianggap sebagai celah bagi aparat keamanan untuk membenarkan aksi penangkapan terhadap tokoh-tokoh besar pergerakan.

"Peristiwa lalu menjadi satu catatan bagi kelompok pergerakan termasuk ULMWP. setelah terjadi kerusuhan, Buchtar ditangkap, Agus Kossay ditangkap, saya sendiri juga ditangkap. Aparat sudah merencanakan semua itu,"

Terkait penangkapan terhadap tokoh pergerakan, Logo menilai jika hal tersebut kembali terulang maka akan terjadi kekosongan terkait pergerakan dalam waktu yang sangat lama.

"Pertama kali yang menjadi ancaman adalah tidak akan ada lagi pergerakan dalam waktu yang sangat lama, itu adalah kerugian terbesar. Ditambah lagi dalam aksi penangkapan akan memberi anggapan kalau kami (tokoh pergerakan) ini memang salah. Kami sadar kalau kubu aparat tetap sulit untuk disalahkan,"

Terkait dengan hal tersebut, Logo kembali menegaskan jika aksi mobilisasi massa tidak perlu dilakukan. Pihaknya bahkan sedikit menyinggung jika ULMWP sudah memiliki rencana aksi lain yang dianggap lebih tepat dilakukan.

0 komentar:

Posting Komentar